Nosel.id Jakarta- Elva Marentika Pasaribu berasal dari Bekasi, kota yang kerap dicap panas dan padat.
Namun bagi Elva, Bekasi menyimpan sisi hangat yang tak selalu terlihat oleh mata luar.
Di kota inilah ia tumbuh dalam lingkungan yang apa adanya lingkungan yang perlahan membentuknya menjadi pribadi yang kuat, sederhana, dan terbiasa menghargai proses hidup, seberat apa pun jalannya.
Profesi Elva sebagai seorang bidan bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati.
Saat ini, fokus hidupnya tidak hanya tertuju pada ruang praktik dan pasien, tetapi juga pada hal yang sangat personal: menginterpretasikan ilmu yang ia miliki ke dalam proses tumbuh kembang keponakannya.
Aktivitas ini menjadi hobi sekaligus sumber kebahagiaan.
Melalui setiap tahap perkembangan yang ia dampingi, Elva tidak hanya menerapkan ilmu, tetapi juga mendokumentasikan perjalanan kecil itu dengan penuh kesadaran dan makna.

Ada rasa syukur yang dalam setiap kali ia merasa berguna bagi orang lain saat hadir untuk pasien yang membutuhkan, saat bisa membantu, mendengar, dan memberi rasa aman.
Dari beragam kasus yang ia temui, Elva terus belajar, tidak hanya secara medis, tetapi juga secara emosional dan kemanusiaan.
Namun, seperti banyak profesi pelayanan lainnya, jalan ini tidak selalu mudah.
Rasa lelah, bahkan perasaan kurang dihargai, sesekali datang menyapa.
Meski begitu, Elva memilih untuk menerima semuanya sebagai bagian dari proses pendewasaan, bagian dari perjalanan menjadi pribadi yang lebih utuh.
Dalam doa dan harapannya, Elva memohon hal-hal yang sederhana namun bermakna: kesehatan, kebahagiaan, ketenangan hati, berkat yang melimpah, hubungan keluarga yang hangat, serta sukacita yang menyertai setiap hari.

Ia ingin terus bertumbuh, tidak hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai manusia yang terus belajar menjadi lebih baik.
Lewat kisah hidupnya, Elva menyampaikan pesan lembut namun kuat: mungkin hari ini langkah terasa pelan, bahkan melelahkan. Namun masa depan itu sungguh ada.
Selama harapan dijaga dengan penuh kelembutan di dalam hati, tidak ada satu pun usaha, doa, dan kebaikan yang akan hilang dengan sia-sia.
Source image: elva












