Elisea K., drg., Sp.KG: Dokter Gigi Spesialis yang Percaya Pendidikan, Integritas, dan Karakter adalah Bekal Berharga

Nosel.id Jakarta- Lahir dan besar di Surabaya, Elisea K., drg., Sp.KG tumbuh dalam keluarga yang penuh kasih sayang sekaligus menjunjung tinggi nilai kedisiplinan.

Meski menjadi bagian dari perjalanan hidupnya, Surabaya bukan satu-satunya daerah yang mewarnai latar belakang keluarga Elisea.

Dari garis sang ibu, keluarganya berasal dari Martapura, Kalimantan Selatan. Sementara dari garis ayah, ia memiliki akar keluarga dari Juwana, Jawa Tengah.

Saya dibesarkan dalam keluarga yang berkecukupan, penuh kasih sayang, namun juga sangat menjunjung tinggi disiplin.

Sejak kecil, orang tua mengajarkan bahwa pendidikan, kerja keras, dan integritas adalah bekal hidup yang paling berharga,” cerita Elisea.

Nilai-nilai tersebut tidak berhenti sebagai nasihat masa kecil. Hingga kini, pendidikan, kerja keras, dan integritas menjadi prinsip yang terus ia pegang dalam menjalani kehidupan maupun profesinya.

 

Mengikuti Jejak Keluarga Menjadi Dokter Gigi Spesialis

Dunia kedokteran gigi bukan sesuatu yang asing bagi Elisea. Profesi orang tua dan sebagian besar sepupunya sebagai dokter gigi membuat dirinya telah mengenal dunia tersebut sejak kecil.

Inspirasi dari keluarga kemudian membawanya memilih jalan yang sama. Elisea melanjutkan perjalanan pendidikan hingga berhasil menjadi Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi.

Sejak kecil saya banyak terinspirasi oleh dunia kedokteran gigi.

Akhirnya saya memutuskan mengikuti jejak mereka dan melanjutkan pendidikan hingga menjadi Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi,” ungkapnya.

Di balik pencapaian akademik dan profesinya hari ini, Elisea tidak pernah melupakan perjuangan kedua orang tuanya. Ia menyadari ada pengorbanan besar keluarga yang mengiringi setiap jenjang pendidikan yang ditempuhnya.

Hal yang paling saya syukuri adalah memiliki orang tua yang rela berjuang menyekolahkan saya hingga jenjang spesialis. Berkat pengorbanan mereka, hari ini saya dapat bekerja, berkarya, dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” tuturnya.

Bagi Elisea, menjadi seorang dokter berarti bersedia untuk terus belajar sepanjang hidup. Perkembangan ilmu pengetahuan membuat proses belajar tidak pernah benar-benar selesai.

Namun, ia juga pernah menyadari bahwa terlalu fokus pada dunia pendidikan membuatnya merasa kurang mengenal kehidupan di luar akademik.

Seiring bertambahnya usia, saya menyadari bahwa kedewasaan tidak hanya diperoleh dari bangku kuliah.

Kedewasaan juga datang dari pengalaman hidup, pergaulan yang baik, dan kemauan untuk terus belajar sebagai manusia,” jelasnya.

 

Dari Dunia Olahraga hingga Mendapat Tawaran Bermain Film

Di balik keseriusannya menempuh pendidikan kedokteran gigi, Elisea memiliki ketertarikan besar terhadap musik, seni, dan olahraga. Sejak kecil, berbagai aktivitas tersebut telah menjadi bagian dari kehidupannya.

Kecintaannya terhadap olahraga juga didukung oleh karakter Elisea yang menyukai tantangan dan memiliki jiwa sportif.

Perjalanan tersebut pernah membawanya mengikuti sejumlah ajang. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika dirinya mengikuti Indonesia Fitness Ambassador Kemenpora 2014 di Jakarta.

Dari pengalaman tersebut, berbagai kesempatan baru mulai datang. Elisea mendapatkan tawaran untuk bermain film, menjalani pemotretan, hingga menjadi brand ambassador sejumlah produk olahraga dan kecantikan.

Dari pengalaman itu saya mendapatkan berbagai tawaran, mulai dari bermain film, pemotretan, hingga menjadi brand ambassador produk olahraga dan kecantikan,” kenangnya.

Meski berbagai kesempatan terbuka, saat itu orang tua Elisea memilih agar dirinya tetap fokus pada pendidikan. Ia pun tidak mengambil seluruh tawaran yang datang dan melanjutkan perjalanan akademiknya.

Elisea tidak melihat keputusan tersebut sebagai sesuatu yang perlu disesali. Sebaliknya, ia bersyukur pernah mendapatkan pengalaman yang memperluas wawasan, menambah relasi, dan membuatnya mengenal kehidupan dari sudut pandang berbeda.

 

Pertemanan, Pernikahan, dan Arti Sebuah Prioritas

Sebelum menikah, terutama setelah menyelesaikan pendidikan spesialis, Elisea kerap memanfaatkan akhir pekan untuk berkumpul bersama teman-temannya.

Melalui pertemanan, ia mengaku banyak belajar tentang kehidupan. Ia mulai memahami lingkungan yang memberikan pengaruh positif dan lingkungan yang sebaiknya tidak terlalu dekat dengannya.

Setelah menikah, Elisea menyadari bahwa lingkaran pertemanan secara alami menjadi lebih kecil. Namun, ia justru menemukan bahwa sahabat-sahabat yang tetap bertahan adalah mereka yang benar-benar tulus.

Setelah menikah, saya menyadari lingkaran pertemanan secara alami menjadi lebih kecil. Yang tersisa adalah sahabat-sahabat yang benar-benar tulus,” ujarnya.

Perubahan tersebut membuat Elisea dapat memberikan lebih banyak prioritas kepada keluarga. Sebagai seorang istri, ia percaya keluarga merupakan tempat seseorang kembali setelah menghadapi berbagai perjalanan kehidupan.

Menurutnya, komunikasi, sikap saling menghargai, kasih, kesetiaan, dan komitmen menjadi bagian penting dalam memperjuangkan kehidupan rumah tangga.

 

Perempuan Harus Terus Belajar, Bekerja, dan Berkarya

Kepada para perempuan, Elisea memiliki pesan agar tidak pernah berhenti mengembangkan diri. Baginya, tidak ada seorang pun yang benar-benar mengetahui ke mana Tuhan akan membawa perjalanan hidup seseorang.

Karena itu, perempuan perlu memiliki bekal untuk menghadapi berbagai kemungkinan dalam kehidupan.

Khususnya untuk para perempuan, jangan pernah berhenti belajar, bekerja, dan berkarya.

Kita tidak pernah tahu ke mana Tuhan akan membawa langkah hidup kita. Jagalah harga diri, miliki prinsip, dan jangan mudah menyerah,” pesannya.

Elisea memiliki prinsip sederhana yang selalu ia pegang: berusaha terlebih dahulu sebelum mengatakan tidak mampu.

Berusaha dulu, baru katakan tidak bisa,” tegasnya.

Menurut Elisea, kesuksesan tidak pernah hadir secara instan. Ada proses panjang, doa, kerja keras, serta berbagai pengalaman yang membentuk seseorang hingga mencapai sebuah tujuan.

Dalam kehidupan sosial, ia juga mengingatkan pentingnya memilih lingkungan yang positif. Inner circle, menurutnya, dapat memberikan pengaruh terhadap karakter dan masa depan seseorang.

Bergaullah dengan orang-orang yang saling mendukung untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Inner circle yang baik akan membantu membentuk karakter dan masa depan kita,” katanya.

 

Kesehatan adalah Investasi Jangka Panjang

Sebagai seseorang yang menyukai olahraga, Elisea memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menunggu tubuh sakit untuk mulai menerapkan pola hidup yang lebih baik.

Olahraga, waktu istirahat yang cukup, serta pola makan sehat menjadi investasi jangka panjang.

Jangan menunggu sakit untuk mulai menjaga tubuh. Olahraga, istirahat yang cukup, dan pola makan sehat adalah investasi jangka panjang yang tidak akan pernah kita sesali,” tuturnya.

Karakter dan Integritas Membuat Seseorang Dikenang

Bagi Elisea, kehidupan bukan sebuah perlombaan untuk menunjukkan siapa yang terlihat paling hebat. Hidup adalah perjalanan panjang untuk terus memperbaiki diri dari hari ke hari.

Ia mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak berhenti belajar dan tidak takut memulai sesuatu dari bawah. Bekerja keras bukan sesuatu yang perlu membuat seseorang merasa malu.

Hormati orang tua, sayangi keluarga, pilih lingkungan yang baik, dan tetaplah rendah hati ketika berhasil,” pesannya.

Menurut Elisea, kecantikan dan kesuksesan mungkin dapat membuka berbagai kesempatan. Namun, ada sesuatu yang jauh lebih penting dan mampu bertahan lebih lama dalam ingatan orang lain.

Ingatlah bahwa kecantikan atau kesuksesan mungkin membuka pintu, tetapi karakter, integritas, dan kebaikanlah yang membuat seseorang dikenang,” ungkapnya.

Pada akhirnya, Elisea berharap setiap orang mampu memberikan nilai dan manfaat melalui keberadaannya.

Jadilah pribadi yang memberi nilai di mana pun berada. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya,” pungkas Elisea K., drg., Sp.KG.

 

 

 

Source image: Elisea K., drg., Sp.KG