Nosel.id Jakarta- Di tengah padatnya aktivitas sebagai seorang dokter, owner klinik kecantikan, ibu, sekaligus mahasiswi S2 Magister Biomedik, dr. Rosita Fadilla yang disapa Rosi ini memilih menjalani semuanya dengan penuh syukur.
Perempuan asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini tumbuh di lingkungan yang masih sangat kental dengan budaya Jawa. Kehangatan masyarakat, nilai kesederhanaan, dan semangat gotong royong yang ia rasakan sejak kecil menjadi bekal penting dalam membentuk karakter pekerja keras yang dimilikinya hingga hari ini.
Kini, kehidupan Rosi dipenuhi berbagai peran yang berjalan bersamaan. Ia memimpin klinik kecantikannya bersama tim, mengasuh buah hati dengan bantuan satu asisten rumah tangga, serta menjalani hubungan jarak jauh (LDR) dengan sang suami.
Karena itu, setiap kepulangan suami selalu menjadi momen berharga untuk menikmati quality time bersama keluarga.
Baginya, kebahagiaan bukan tentang memiliki waktu luang yang banyak, tetapi bagaimana memanfaatkan setiap waktu yang ada dengan penuh makna.
Di balik kesibukan tersebut, Rosi dikenal sebagai pribadi yang mandiri. Ia memiliki prinsip untuk tidak mudah bergantung kepada orang lain.
Selama sebuah tantangan masih bisa diupayakan dan dikendalikan, ia akan memperjuangkannya dengan segenap kemampuan.
Keyakinan itu membuatnya mampu menyeimbangkan peran sebagai pemimpin, akademisi, ibu, dan profesional tanpa kehilangan semangat untuk terus berkembang.
Menjadi dokter bukan sekadar profesi bagi Rosi, melainkan panggilan hati. Baginya, setiap pasien adalah guru yang menghadirkan cerita, pengalaman, dan pelajaran hidup yang berbeda.
Dari ruang konsultasi, ia belajar memahami manusia dari berbagai sudut pandang, sehingga pekerjaannya selalu terasa menyenangkan.
Bahkan, sambil tersenyum ia mengatakan bahwa selama ada secangkir caffè latte, everything’s gonna be okay. Kalimat sederhana itu menjadi simbol caranya menikmati proses, tetap tenang, dan berpikir positif di tengah berbagai kesibukan.
Namun, di atas semua pencapaian dan perjuangan yang dijalaninya, Rosi memiliki satu pegangan hidup yang tak pernah berubah: selalu melibatkan Allah dalam setiap langkah.
Ia percaya manusia hanya perlu berikhtiar, mengikuti petunjuk-Nya, dan menyerahkan hasil kepada-Nya. Ketika hati tetap bergantung kepada Allah, setiap ujian akan datang bersama kemudahan, dan setiap impian akan menemukan jalannya pada waktu yang terbaik.
Bagi Rosi, kesuksesan sejati bukan hanya tentang membangun karier atau meraih gelar akademik, melainkan tentang menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, pasien, dan orang-orang di sekitarnya.
Sebab, ketika usaha dilakukan dengan sungguh-sungguh dan disertai doa, tidak ada tantangan yang terlalu besar untuk dihadapi. Itulah keyakinan yang terus ia pegang dalam setiap langkah kehidupannya.
Source image: Rosi
