Nosel.id Jakarta- Dari sebuah kota yang dikenal ramah, adem, dan murah segalanya Solo, Jawa Tengah lahirlah seorang perempuan muda bernama Elisabeth Aura Kinasih.
Banyak orang bilang, hidup di Solo itu “slowliving”. Tidak tergesa-gesa, tidak menuntut glamor, namun selalu mampu meninggalkan rindu bagi siapa pun yang pernah tinggal di dalamnya.
Aura tumbuh dengan karakter khas orang Solo: hangat, sederhana, dan selalu bisa menemukan cerita di balik hal-hal kecil.
Kesibukan Aura hari ini jauh dari kata biasa. Di usia muda, ia sudah mengelola usaha makanan bernama @keatchen.offc, berkuliah, dan bekerja di sebuah perusahaan makanan di Solo.
Bahkan, di sela-sela kesibukan itu, ia juga menekuni pekerjaan sampingan sebagai model produk, dunia yang ia geluti sejak dulu.

Baginya, semua pekerjaan itu bukan beban, melainkan jalan untuk belajar dan bertemu banyak orang baru.
Dari pekerjaannya, Aura menemukan banyak hal yang ia sukai: mulai dari penghasilan tambahan, kesempatan berinteraksi dengan orang dari berbagai daerah, hingga relasi baru yang memperkaya jaringan dan wawasannya.
Ia percaya, setiap pekerjaan selalu membawa ilmu, entah besar atau kecil.
Namun tentu saja, perjalanan itu tidak selalu mulus. Ada hari-hari ketika ia harus menerima bentakan atasan, atau menghadapi jadwal libur yang tidak menentu.
Padahal, ia memiliki banyak agenda dan kesibukan lain di luar pekerjaan utama.
Meski begitu, ia memilih untuk tetap bertahan dan melanjutkan langkah, karena ia tahu, semua proses ini akan membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat dan matang.
Dalam hatinya, Aura menyimpan harapan sederhana namun sangat kuat: ingin hidupnya berguna bagi banyak orang, bermanfaat untuk sesama, sekaligus tetap mampu memberi kebahagiaan bagi dirinya sendiri.
Ia berdoa agar rezekinya selalu mengalir lancar, dan hidup yang ia jalani bisa terus memberi arti.

Sebagai penutup, Aura meninggalkan pesan yang lahir dari perjalanan hidup yang penuh usaha dan senyum:
“Jangan bosan jadi orang yang berguna untuk orang lain. Jangan lupa bahagiain diri sendiri!
Karena hati yang gembira adalah obat yang manjur.”
Dari Solo yang tenang, Elisabeth Aura Kinasih membuktikan bahwa hidup bisa tetap sederhana, namun langkah boleh terus besar.
Source image: aura












