Nosel.id Jakarta- Bagi drg. Nabella Caesar, Pekalongan bukan sekadar kota asal. Kota di jalur Pantura itu selalu punya tempat istimewa dalam perjalanan hidupnya.
Dikenal sebagai kota batik dengan denyut kehidupan yang ramai, Pekalongan juga menjadi tempat singgah bagi banyak orang yang melintasi perjalanan jauh. Dari kota inilah, Nabella tumbuh dengan nilai kesederhanaan, ketekunan, dan semangat untuk terus melangkah.
Sejak awal, ia sempat memiliki impian menjadi dokter umum. Namun, perjalanan pendidikan membawanya memilih jalur kedokteran gigi. Keputusan itu ternyata tidak selalu mudah.
Di masa kuliah, Nabella pernah merasa ragu dan mempertanyakan pilihannya sendiri. Menurutnya, pendidikan dokter gigi bukan hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga ketahanan fisik karena banyak proses pembelajaran yang berkaitan langsung dengan tindakan kepada pasien.
“Awalnya sempat merasa salah jurusan karena sekolahnya begitu berat.
Tidak cuma otak yang diandalkan, tapi fisik juga harus kuat,” ungkapnya.
Namun, waktu dan pengalaman perlahan menjawab keraguan tersebut. Setelah menjalani profesinya, Nabella justru menemukan rasa syukur yang besar.
Ia menyadari bahwa menjadi dokter gigi adalah jalan yang membawanya pada banyak arti, mulai dari ketelitian, kesabaran, hingga kebahagiaan sederhana ketika melihat pasien pulang dengan senyum lega.
Baginya, kepuasan terbesar dalam profesi bukan hanya ketika perawatan selesai dilakukan, melainkan saat pasien merasa nyaman, senang, dan percaya diri dengan hasilnya.
Tambalan gigi yang rapi dan estetik, proses cabut gigi yang minim rasa sakit, hingga gigi tiruan yang kuat dan nyaman digunakan menjadi bagian dari bentuk pelayanan yang ingin ia berikan.
“Aku paling suka ketika pasien happy dan puas dengan perawatan yang sudah diberikan,” katanya.
Di tengah kesibukan berpindah dari satu tempat praktik ke tempat praktik lainnya, Nabella juga memiliki komitmen kuat untuk menjaga kesehatan tubuh.
Olahraga menjadi bagian penting dalam rutinitasnya. Bahkan, ia hanya mengambil satu hari istirahat dalam seminggu, sementara enam hari lainnya diisi dengan aktivitas fisik yang beragam.
Gym menjadi olahraga utama bagi Nabella. Ia melihat latihan kekuatan sebagai pondasi penting untuk menunjang aktivitas jangka panjang, terutama dalam profesinya yang membutuhkan postur tubuh baik dan stamina yang terjaga.
Selain gym, ia juga menikmati tenis dan padel sebagai hobi. Belakangan, ia mulai bergabung dalam latihan hyrox, olahraga yang menggabungkan kekuatan, daya tahan, dan tantangan fisik.
Menariknya, waktu olahraga sering ia manfaatkan di sela-sela waktu istirahat, termasuk ketika berpindah dari tempat praktik pertama ke tempat praktik berikutnya.
Bagi Nabella, olahraga bukan sekadar rutinitas, tetapi cara untuk menjaga energi, fokus, dan keseimbangan hidup.
Harapannya sederhana, tetapi penuh makna: selalu sehat secara fisik dan mental agar dapat menikmati hidup dengan lebih bahagia. Ia percaya bahwa hidup bukan tentang siapa yang paling cepat mencapai sesuatu, melainkan tentang bagaimana setiap orang mampu menghargai prosesnya sendiri.
Melalui perjalanan hidupnya, drg. Nabella Caesar ingin mengajak banyak orang untuk terus bertumbuh tanpa sibuk membandingkan diri dengan orang lain.
“Teruslah bertumbuh menjadi versi terbaik diri kita. Tidak perlu membandingkan proses dan pencapaian kita dengan milik orang lain.
Cintai dan syukuri semua kebahagiaan yang hadir di hidup kita, termasuk rasa sedih dan cobaannya,” pesannya.
Perjalanan Nabella menjadi pengingat bahwa pilihan yang sempat diragukan bisa menjadi jalan yang paling tepat.
Dengan ketulusan dalam melayani pasien, disiplin menjaga kesehatan, serta rasa syukur dalam menjalani hidup, ia terus melangkah untuk menghadirkan lebih banyak senyum bukan hanya bagi pasiennya, tetapi juga bagi dirinya sendiri.
Source image: drg. Nabella Caesar
