Nosel.id Jakarta- Gianyar, Bali, adalah tempat di mana dr Wayan Evie Frida Yustin tumbuh. Kota seni yang hangat, tenang, dan penuh keramahan.
Suasana sejuknya, ditambah lingkungan keluarga yang penuh cinta kasih, membentuk Evie kecil menjadi pribadi yang lembut, tekun, dan penuh rasa syukur.
Dari kecil, ia berada dalam rumah yang selalu mendukung pendidikan dan tumbuh kembangnya. Dari situlah fondasi hidupnya dimulai.
Hari ini, Evie dikenal sebagai seorang dokter spesialis paru (pulmonologist) yang mengabdikan diri di sebuah rumah sakit di Singaraja, Bali.
Kepindahannya ke kota ini bermula dari perjalanan cinta mengikuti sang suami yang berasal dari Singaraja.

Kini, selain membantu pasien setiap hari, ia menikmati kehidupan yang sederhana namun bermakna.
Berolahraga bersama suami dan teman-teman, serta menghabiskan waktu hangat bersama keluarga besar bapak, ibu, adik, suami, dan kedua anaknya.
Bagi Evie, profesinya adalah anugerah.
Ia bersyukur karena dapat menggunakan ilmu yang dipelajari selama bertahun-tahun untuk menolong orang lain.
Ada kepuasan batin tersendiri ketika melihat pasien bisa bernapas lebih lega, atau ketika senyum kecil pasien mampu menghapus rasa lelah.
Namun tentu, perjalanan ini tidak selalu mulus. Ada hari-hari yang terasa berat: kelelahan fisik, emosi yang terkuras, atau perjumpaan dengan pasien yang sedikit menguji kesabaran.
Meski demikian, Evie memilih untuk menikmati prosesnya. Dengan hati yang tenang, ia belajar menghadapi setiap situasi dengan sabar.
Baginya, pekerjaan ini bukan hanya profesi, tapi juga panggilan jiwa.
Setiap orang punya resep bahagia, dan milik Evie sangat sederhana: bersyukur.
Ia percaya bahwa hidup akan terasa lebih ringan ketika kita menerima segala kelebihan maupun kekurangan yang hadir dalam hidup.
Dari proses menerima itulah seseorang bisa terus belajar, berkembang, dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Di tengah rutinitasnya, Evie menyimpan satu harapan besar: ia dan suaminya bisa menjalani hidup dengan kesehatan yang baik, umur panjang, dan kecukupan rezeki.
Ia ingin membimbing anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik, berguna, dan penuh kasih pada sesama.
Doanya juga selalu terbang untuk orang tua dan semua orang yang ia sayangi semoga mereka selalu diberi kesehatan, kebahagiaan, dan perlindungan.
Jika diminta merangkum pandangan hidupnya, Evie hanya punya satu kalimat sederhana namun dalam:

“Hidup ini adalah proses belajar.” Dari lahir hingga tua nanti, manusia adalah murid sepanjang hayat.
Menurutnya, tidak ada hasil yang mengkhianati usaha asal kita menjalani semuanya dengan sungguh-sungguh, ikhlas, penuh semangat, dan selalu bersyukur.
Di antara kesibukan, tanggung jawab, dan perjalanan yang panjang, Evie Frida Yustin tetap menjadi perempuan dari Gianyar yang hangat yang percaya bahwa kebaikan, cinta, dan rasa syukur selalu menjadi kompas terbaik dalam menjalani hidup.
Source image: evie














