dr. Nidia Zandra, Menjalani Hidup dengan Ritme Sendiri, Bertumbuh Tanpa Terburu-buru

Nosel.id Jakarta- Nidia Zandra berasal dari Aceh, sebuah tanah yang membentuknya dengan nilai kehangatan dan keteguhan. Masa kecilnya dihabiskan di Kota Langsa hingga bangku SMP.

Lingkungan yang akrab, warga yang ramah, serta keluarga yang hangat penuh cinta menjadi fondasi awal hidupnya.

Saat SMA, Nidia berpindah ke Banda Aceh dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri.

Kini, langkah hidupnya membawanya merantau ke Jakarta membawa nilai-nilai Aceh ke tengah dinamika ibu kota.

Secara profesi, Nidia adalah seorang dokter umum. Dunia medis adalah panggilan yang ia jalani dengan sepenuh hati.

Namun di luar itu, Nidia juga dikenal aktif dan eksploratif.

Ia menyukai traveling, berada di depan kamera, bertemu orang-orang baru, dan mencoba hal-hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.

Dari ketertarikan itu, ia pun mulai merintis berbagai usaha, salah satunya bisnis jastip, sebuah proses belajar yang ia jalani pelan-pelan, meski harus berbagi waktu dengan jadwal kerja sebagai dokter.

Bagi Nidia, menjadi dokter bukan sekadar profesi, melainkan ruang untuk memberi makna.

Kebahagiaan terbesarnya adalah hal-hal sederhana: ucapan terima kasih dari pasien, senyum tulus yang ia terima, hingga saat pasien secara khusus meminta dirinya untuk merawat mereka.

Itulah momen-momen yang membuat semua lelah terasa layak.

Namun ia tak menampik bahwa perjalanan ini juga penuh tantangan. Jalur pendidikan dan karier di dunia medis panjang dan melelahkan, menuntut energi fisik serta mental yang besar.

Meski begitu, saat ini Nidia memilih untuk benar-benar menikmati hidup, melakukan apa yang ia suka, menjalani apa yang ia mau, tanpa menuntut hasil instan.

Ia bersyukur memiliki orang tua yang memberikan dukungan penuh, meski pertanyaan tentang kelanjutan pendidikan spesialis kerap muncul. “

Mungkin nanti,” baginya, semua akan datang di waktu yang tepat.

Harapan Nidia ke depan sederhana namun dalam.

Ia ingin kariernya terus membaik, usaha-usaha yang sedang ia bangun membuahkan hasil, dan cita-citanya. baik sebagai dokter maupun di dunia sosial mediaperlahan tercapai.

Dengan penuh haru, ia menyampaikan rasa terima kasih untuk kedua orang tuanya di Aceh yang selalu menghargai setiap keputusannya, mendukung tanpa syarat, dan sabar menunggu proses tumbuhnya.

Ia berdoa agar mereka selalu sehat, seraya berjanji akan terus melangkah untuk membuat mereka semakin bangga.

Untuk para pembaca di seluruh Indonesia, Nidia menitipkan pesan yang lahir dari pengalamannya sendiri:

Tidak semua hal harus cepat, dan tidak semua pencapaian harus terlihat.

Ada fase capek, bingung, dan ragu.
Selama kita terus bergerak, terus mencoba, terus belajar, dan bertanggung jawab atas pilihan kita, itu bukan kegagalan.”

Kisah Nidia Zandra adalah pengingat bahwa hidup bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, melainkan siapa yang tetap melangkah dengan jujur pada dirinya sendiri.

 

 

Source image; nidia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *