dr. Diniusi Saptiari: Memilih Berhenti Sejenak, Tetap Bertumbuh dengan Makna

Nosel.id Jakarta- Diniusi Saptiari berasal dari Jember, sebuah kota kecil di Jawa Timur yang tenang dan bersahaja.

Sejak kecil hingga kini telah menjadi ibu dari tiga anak, Diniusi tak pernah berpindah kota.

Jember adalah rumah, kota santri dengan banyak pondok pesantren, biaya hidup yang terjangkau, minim kemacetan, dan masyarakat yang ramah.

Meski tenang, Jember terus berkembang dengan fasilitas modern yang membuat hidup terasa seimbang antara sederhana dan cukup.

Berprofesi sebagai dokter, Diniusi sempat menjalani dunia medis sebelum akhirnya mengambil keputusan besar dalam hidupnya.

Sejak kelahiran anak kedua, ia memilih untuk sementara menjadi ibu rumah tangga.

Keputusan yang awalnya diniatkan sebentar itu justru berlanjut hingga kehadiran anak ketiga.

Namun alih-alih merasa kehilangan, Diniusi menemukan makna baru dalam peran yang ia jalani hari ini.

Kesehariannya kini diisi dengan mengurus keluarga, berolahraga, dan menekuni hobi baking yang kemudian berkembang menjadi usaha kue rumahan.

Dengan penuh rasa syukur, usahanya berjalan lancar dan mendapat sambutan hangat.

Dari rumah, ia bisa tetap produktif, mandiri, dan hadir sepenuhnya untuk ketiga anaknya.

Menjadi ibu rumah tangga sekaligus pelaku usaha membuat Diniusi memiliki waktu untuk merawat diri.

Ia berolahraga hampir setiap hari mulai dari lari, tenis, hingga calisthenic,  sebuah komitmen yang ia anggap sebagai investasi kesehatan jangka panjang.

Meski sesekali muncul rasa sedih ketika melihat teman-teman seangkatan melanjutkan pendidikan hingga menjadi dokter spesialis, ia kembali menguatkan hati.

Ia bersyukur karena ilmu kedokterannya tetap bermanfaat, setidaknya untuk keluarga dan sahabat terdekat.

Harapan Diniusi sederhana namun penuh makna: semoga apa pun yang ia kerjakan selalu bermanfaat untuk suami, anak-anak, keluarga, dan orang-orang terdekat.

Dan yang paling utama, ia berharap senantiasa diberi kesehatan dan kebugaran, agar dapat menemani anak-anaknya tumbuh hingga kelak menjadi kakek dan nenek.

Pesan Diniusi menjadi pengingat yang menenangkan:

Tidak mengapa jika salah satu perjalanan hidup harus terhenti demi sesuatu yang kita anggap lebih penting dan berharga, serta diniatkan lillahi ta’ala.

Insya Allah, Allah akan membukakan beribu jalan kebahagiaan dan menjadikan kita tetap bermanfaat.

Jangan lupa olahraga, penting sekali sebagai investasi kesehatan masa depan.

Jika ingin sehat hingga tua dan bisa membersamai anak-anak, mulailah saja dulu.

Dari olahraga apa pun yang kita sukai, pelan-pelan. Lama-lama akan ketagihan, dan progres pun akan datang.

Kisah Diniusi Saptiari adalah potret ketulusan seorang perempuan yang berani memilih, bersyukur atas jalan hidupnya, dan tetap bertumbuh dalam peran apa pun yang dijalani.

Sebuah inspirasi bahwa makna hidup tidak selalu tentang seberapa tinggi kita melangkah, tetapi seberapa ikhlas dan bermanfaat perjalanan itu dijalani.

 

 

Source image: diniusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *