Nosel.id Jakarta- Di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, sebuah wilayah yang dikelilingi gunung, air terjun, sungai, dan hamparan wisata alam yang menenangkan, lahirlah Dina Diska Lorenza, perempuan yang menjadikan keluarga sebagai pusat dunia.
“Rumahku istanaku,” begitu ia menyebutnya. Dari keluarga yang penuh cinta kasih itulah Dina belajar tentang keteguhan, kehangatan, dan semangat untuk terus melangkah.
Dina menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu pada tahun 2020.
Perjalanannya setelah itu tidak pernah linear tetapi penuh warna, ujian, dan keberanian.
Ia sempat menjalani praktik mandiri bidan, mengikuti rikkes pemeriksaan anggota Polri, bahkan mengisi acara di TVRI Bengkulu sebagai penyanyi.
Tak berhenti di situ, Dina membuka usaha ayam geprek, menambah lembar baru dalam kisah pencarian jati dirinya.
Setahun setelah lulus, dibuka seleksi CPNS 2021.
Dina mencoba, namun terhenti di tahap SKD. Alih-alih patah semangat, ia mengulang lagi di tahun 2023.
Sudah sampai tahap akhir, namun rezeki belum berpihak.
Usaha gepreknya pun akhirnya tutup. Banyak yang mungkin menyerah di titik ini, tapi tidak dengan Dina.

Ia kembali berdinas di Klinik Medika Bhayangkara, kembali mengabdi pada profesi kebidanan yang ia cintai.
Dan di tengah rutinitas itu, seleksi CPNS 2024 dibuka kembali.
Dina mencobanya lagi, dengan hati yang jauh lebih dewasa: berusaha sekuat tenaga, tetapi menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah.
Satu hal yang jarang orang tahu: sejak 2021 hingga 2024, Dina tidak pernah berhenti belajar.
Setiap ujian ia hadapi dengan konsistensi, doa, dan kepercayaan bahwa takdir Allah selalu yang terbaik.
Dan kali ini, jalannya terbuka.
Dina lulus sebagai CPNS di Kementerian Pertahanan, formasi Kebidanan, di RST Tk II dr. R. Hardjanto.
Perjuangan bertahun-tahun itu akhirnya memetik hasilnya.
Tentu ada suka duka dalam perjalanan panjang ini.
Namun Dina menjalaninya dengan ikhlas, syukur, dan prasangka baik pada setiap ujian.
Baginya, kegagalan bukan akhir, melainkan undangan untuk memperbaiki diri dan terus melangkah.
Kini Dina menyimpan harapan sederhana namun penuh makna:
agar keluarga selalu sehat, rezeki dilancarkan, pekerjaan membawa berkah, karier semakin baik, dan suatu hari ia bisa berangkat umroh bersama keluarga.

Ia ingin terus menjadi kebanggaanbagi orangtuanya, tanah kelahirannya, dan bangsa.
Ada pesan yang Dina ingin titipkan untuk siapa pun yang sedang berjuang:
“Apapun yang kamu inginkan, konsistenlah dalam usaha dan doa.
Gagal bukan pemberhentian lanjutkan perjalananmu dan temukan kesuksesan.”
Dina membuktikan bahwa jalan menuju mimpi mungkin panjang, terjal, dan melelahkan tetapi bagi yang terus berusaha tanpa henti, cahaya selalu menunggu di ujung perjalanan.
Source image: Dina














