Dewinta Mandalika, M.Pd: Menjadi Seorang Ibu Tidak Berarti Kehilangan Jati Diri

Nosel.id Jakarta- Dewinta Mandalika adalah sosok yang penuh warna, berasal dari Medan, kota yang terkenal dengan kuliner lezatnya.

Baginya, Medan bukan sekadar tempat lahir, tetapi juga rumah bagi makanan-makanan terenak di dunia, terutama masakan ibunya.

Ia menggambarkan orang Medan sebagai pribadi yang berbicara dengan volume tinggi, tetapi berhati lembut dan sangat baik.

Perjalanan Dewinta sebagai influencer tidak terjadi dalam semalam. Semuanya bermula dari hobinya berfoto sejak kuliah S1.

Foto-fotonya mulai banyak diunggah ulang oleh akun-akun kampus yang menampilkan mahasiswi cantik.

Dari satu unggahan ke unggahan lainnya, popularitasnya pun meningkat, dan jumlah pengikut di Instagram bertambah.

Dewinta juga sering membantu teman-temannya mempromosikan produk mereka, hingga akhirnya ia mulai percaya diri dalam mengunggah foto outfit of the day (OOTD) dan mempelajari dunia makeup.

Dari situ, berbagai brand fashion mulai memperhatikannya. Ia mendapat banyak kesempatan untuk bekerja sebagai endorser, muse, model, dan melakukan photoshoot untuk berbagai merek.

Namun, perjalanan ini bukanlah sesuatu yang benar-benar baru baginya. Sejak SD, Dewinta sudah aktif dalam dunia modeling dan fashion show. Hanya saja, ia sempat menghentikan kegiatan itu untuk fokus pada pendidikan.

Meskipun dunia fashion dan influencer membentuk bagian besar dari kehidupannya, passion utama Dewinta sebenarnya ada di bidang pendidikan.

Kecintaannya terhadap belajar membawanya hingga ke jenjang S2, yang baru saja ia selesaikan pada September lalu.

Bagi Dewinta, belajar adalah sesuatu yang menyenangkan, dan ia selalu tertarik untuk menambah wawasan dalam berbagai hal.

Tidak hanya berkarier di dunia digital, Dewinta juga memiliki bisnis fashion bernama Mandalika Official, yang ia dirikan sejak 2017.

Brand ini berawal dari kecintaannya terhadap hijab motif, sehingga ia menciptakan custom print hijab yang memungkinkan pelanggan mencetak nama atau merek mereka sendiri di hijab tersebut.

Bisnis ini sempat berkembang pesat hingga memiliki pelanggan dari Malaysia.

Bahkan, ia sempat memperluas produksi ke lini pakaian. Namun, ketika hamil, ia mengalami morning sickness parah yang membuatnya harus bolak-balik ke rumah sakit.

Hal itu menyebabkan produksi sempat terhenti, dan hingga kini masih dalam masa vakum.

Namun, ia berharap bisa segera melanjutkan bisnisnya dan kembali ke dunia fashion dengan lebih kuat.

Menjadi influencer membawa banyak kebahagiaan bagi Dewinta. Ia mendapatkan banyak teman yang kini sudah seperti keluarga, serta memiliki koneksi luas di dunia fashion dan bisnis.

Bagian terbaiknya adalah ia bisa menjalani hobi yang dibayar, menjadikannya pekerjaan yang menyenangkan.

Ditambah lagi, ia hampir tidak pernah membeli produk fashion karena banyak merek ternama yang mengiriminya berbagai item keren.

Namun, ada pula tantangan yang dihadapi. Banyak orang mengira pekerjaan influencer hanya sekadar memegang ponsel, berfoto, dan jalan-jalan, padahal realitanya lebih kompleks.

Seperti pekerjaan lainnya, menjadi influencer membutuhkan dedikasi, kreativitas, dan manajemen waktu yang baik.

Sebagai seorang ibu, prioritas utama Dewinta tetap anaknya. Ada momen di mana ia harus bekerja tanpa anaknya, tetapi beruntung ia memiliki suami dan keluarga yang selalu mendukung serta siap membantu.

Dewinta selalu berdoa agar keluarganya diberkahi, diberikan kesehatan, serta dikelilingi oleh lingkungan sosial yang baik. Ia juga berharap kariernya terus berkembang dan ekonominya selalu lancar.

Pesan yang ia tekankan adalah bahwa menjadi seorang ibu tidak berarti kehilangan jati diri.

Seorang ibu tetap bisa sukses dan menjalani kehidupan yang penuh pencapaian.

Ikuti perjalanan inspiratif Dewinta Mandalika di Instagram: @dewintamandalika.

 

Source image: dewinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *