Nosel.id Jakarta- Devi Erwina Hakiekie lahir di Jakarta, namun masa kecilnya dihiasi oleh pengalaman berharga di dua negara, Rusia dan Belanda.
Ia menghabiskan masa sekolah dasar di Rusia dan masa SMA di Belanda, mengikuti dinas orang tuanya.
Pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam dalam hidupnya, di mana ia belajar banyak hal, termasuk kemandirian dan kebudayaan internasional.
Salah satu kenangan manisnya adalah keterlibatannya dalam berbagai kegiatan kesenian untuk mengenalkan budaya Indonesia di luar negeri.
Meski orang tuanya sibuk, perhatian dan kehangatan yang mereka berikan membuat Devi merasa bersyukur.
Saat ini, Devi fokus menjalani perannya sebagai ibu rumah tangga. Setelah memiliki anak, ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan kantoran dan fokus mengurus keluarga.

Namun, Devi tidak berhenti berkarya. Ia tetap ingin menjadi ibu yang berdaya dengan caranya sendiri.
Di masa lalu, Devi sempat menekuni bisnis pakaian anak-anak dan menjadi konselor laktasi serta volunteer di AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia).
Pada tahun 2019, ia bahkan membuka studio olahraga khusus wanita bersama temannya. Meskipun usaha tersebut terkena dampak pandemi COVID-19 dan harus ditutup, Devi melihatnya sebagai pengalaman yang berharga.
Saat ini, Devi aktif sebagai instruktur olahraga Barre, jenis olahraga low impact yang menggabungkan gerakan ballet, pilates, yoga, dan strength training.
Kecintaannya pada Barre dimulai pada tahun 2018, setelah ia mengalami Hernia Nukleus Pulposus (HNP).
Kondisi ini membuatnya sulit mengikuti olahraga lain karena sering merasakan nyeri di punggung bawah.
Namun, Barre menjadi solusi yang tidak hanya aman, tetapi juga memberikan efek positif pada tubuhnya. Pada tahun 2019, meskipun tidak lagi muda, Devi memberanikan diri mengambil sertifikasi untuk menjadi instruktur Barre.
Suka duka menjadi instruktur Barre tentu ada.
Devi merasa sangat senang karena menemukan passion-nya di olahraga ini.
Ia bahagia ketika orang lain juga merasakan manfaat dari Barre seperti dirinya.
Namun, saat pertama kali memperkenalkan Barre di Indonesia, olahraga ini masih belum dikenal sehingga ia menghadapi tantangan untuk meyakinkan orang-orang mencobanya. Kini, kondisi telah berubah.

Barre mulai dikenal luas dan diminati banyak orang, yang membuat Devi semakin semangat dalam menyebarkan manfaat olahraga ini.
Tantangan lain yang ia hadapi adalah membagi waktu antara perannya sebagai ibu dari tiga anak, pekerjaannya, dan waktu untuk diri sendiri.
Harapan Devi sederhana namun penuh makna. Ia ingin selalu diberikan kesehatan untuk dirinya, keluarga, dan teman-teman di luar sana.
Devi berharap bisa menjalani hidup dengan baik, tetap aktif dan produktif, serta memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi orang lain.
Sebagai pesan penutup, Devi ingin menyemangati para ibu di luar sana:
“Apapun profesimu, tetap semangat ya. Tidak ada kata terlambat untuk memulai, menemukan, atau mengejar passion serta cita-citamu.
Yakinlah bahwa seorang ibu pun dapat berdaya dengan caranya masing-masing.
Lakukan apa yang membuatmu merasa ‘hidup,’ dengan tetap memprioritaskan apa yang penting. Jangan lupa selalu berdoa dan tebarkan kebaikan di sekelilingmu.”
Source image: devi










