Dearista Amalia: Bertumbuh dari Keterbatasan, Melampaui Zona Nyaman

Nosel.id Jakarta- Dearista Amalia lahir di Garut, namun sejak kecil telah menetap di Bekasi.

Masa kecilnya tidak dibingkai oleh gambaran keluarga yang hangat dan utuh.

Sejak usia lima tahun, ia tumbuh dalam kondisi keluarga broken home. sebuah realitas yang membentuknya lebih cepat dewasa dan mandiri.

Tak ada kesan romantis tentang masa kecil, namun justru dari ruang kosong itulah Dearista belajar bertahan dan menguatkan diri sendiri.

Perjalanan hidup Dearista tidak berjalan lurus.

Kariernya dimulai sebagai seorang pramugari, profesi yang identik dengan disiplin tinggi dan tanggung jawab besar.

Namun, ia tidak membatasi dirinya hanya pada satu bidang.

Dearista adalah pribadi yang gemar menantang diri, keluar dari zona nyaman, dan terus belajar hal-hal baru.

Titik balik terbesarnya terjadi di masa pandemi COVID-19.

Saat dunia penerbangan terpukul dan ia harus dirumahkan meski masih menerima gaji pokok kebutuhan untuk membayar kuliah menjadi tantangan nyata.

Dari kondisi terdesak itulah, lahir keberanian untuk memulai bisnis. Dearista mulai berjualan, belajar dari nol, hingga akhirnya memiliki brand sendiri.

Kini, penjualannya telah menembus lebih dari seribu pieces sebuah pencapaian yang lahir dari kegigihan, bukan kemudahan.

Tak berhenti di dunia bisnis, Dearista juga memiliki keahlian di bidang IT. Ia aktif mengajar secara freelance dan menjalani peran sebagai assessor.

Perjalanan multidisiplin ini dijalaninya dengan manajemen waktu yang matang.

Dengan jadwal terbang bulanan sebagai pramugari, ia dapat merencanakan waktu untuk mengajar, menjalankan tugas assessor, hingga mengelola bisnis online.

Packing barang dilakukan sebelum atau setelah terbang, sebuah rutinitas yang melelahkan, namun dijalani dengan kesadaran akan tujuan jangka panjang.

Bagi Dearista, usia 20 hingga 29 tahun adalah fase penuh kerja keras.

Masa muda bukan dihabiskan untuk bersantai, melainkan untuk menambah ilmu, memperluas pengalaman, dan berani mencoba hal-hal baru.

Capek adalah bagian dari proses, bukan alasan untuk berhenti.

Ke depan, Dearista berharap kisah hidupnya bisa menjadi inspirasi, khususnya bagi para perempuan.

Ia percaya bahwa siapa pun bisa menjadi apa yang diinginkan selama mau berusaha, berdoa, dan bekerja keras.

Kemandirian adalah prinsip yang ia pegang teguh tidak bergantung pada siapa pun, kecuali kepada Tuhan.

Sebagai penutup, Dearista menyampaikan pesan sederhana namun kuat:

 “Teruslah mencoba hal-hal positif di masa muda, fokus pada diri sendiri, dan bangun value.”

Kisah Dearista Amalia adalah pengingat bahwa latar belakang tidak menentukan masa depan.

Dari keterbatasan, ia membangun keberanian.

Dari tekanan, ia menciptakan peluang. Dan dari kerja keras yang konsisten, ia menata hidupnya dengan tangannya sendiri.

 

 

Source image: dearista

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *