Nosel.id Jakarta- Chykha Rahman berasal dari Makassar, sebuah kota dengan karakter yang kuat, rasa kekeluargaan yang kental, dan kuliner khas yang selalu berhasil membangkitkan rindu.
Tumbuh di lingkungan yang hangat dan penuh kebersamaan membuat Chykha sejak kecil akrab dengan nilai-nilai sederhana: saling peduli, menghormati, dan hidup dengan hati.
Nilai-nilai itulah yang hingga kini tetap ia pegang, ke mana pun langkah hidup membawanya.
Kini, Chykha menjalani hari-harinya jauh dari hiruk pikuk kota besar.
Ia tinggal di Tuvalu, sebuah negara kecil di Samudra Pasifik yang dikenal sebagai salah satu destinasi paling jarang dikunjungi wisatawan di dunia.
Di tempat yang sunyi dan tenang ini, Chykha memilih menjalani slow living, menikmati hidup dengan ritme yang lebih pelan dan penuh kesadaran.
Kesehariannya di Tuvalu diisi dengan hal-hal yang mungkin terdengar sederhana, namun sarat makna.

Ia menjaga kesehatannya, memasak, membantu warga lokal dengan memotong rambut dan berhias, serta memberi makan hewan-hewan liar yang hidup di sekitar tempat tinggalnya.
Bagi Chykha, kebahagiaan tidak selalu datang dari hal besar, tetapi dari kehadiran dan kepedulian yang nyata di sekitar.
Tentu, jalan hidup ini bukan tanpa tantangan.
Jarak yang jauh dari keluarga dan keterbatasan fasilitas menjadi bagian dari duka yang harus diterima.
Ada rindu yang tak selalu bisa diobati, ada kenyamanan yang harus dilepaskan.
Namun justru dari keterbatasan itulah Chykha belajar tentang kesabaran, empati, dan rasa cukup, bahwa hidup tidak selalu tentang memiliki lebih, tetapi tentang mensyukuri yang ada.
Dalam setiap doa dan harapannya, Chykha selalu menyebut keluarga.
Ia berharap mereka senantiasa diberi kesehatan dan perlindungan oleh Allah, rezeki yang berlimpah dan berkah, serta hati yang tenang dalam menjalani setiap fase kehidupan.

Lewat perjalanannya, Chykha ingin menyampaikan pesan sederhana untuk pembaca di Indonesia:
Hidup tidak selalu harus diukur dari pencapaian besar atau pengakuan luar.
Kadang, kebaikan kecil yang dilakukan dengan konsisten dengan niat tulus justru memberi arti paling dalam bagi diri sendiri dan orang lain.
Di ujung dunia yang sunyi, Chykha Rahman menemukan bahwa makna hidup sering kali hadir dalam kesederhanaan.
Source image:chyka














