Nosel.id Jakarta- Chentyadika, yang lebih dikenal dengan nama Chen Ace, adalah seorang koreografer dan direktur pertunjukan berusia 29 tahun yang berbasis di Jakarta.
Ia merupakan pendiri dan pemimpin grup tari bernama DANCEE Dancer (@danceedancer), yang telah menjadi salah satu komunitas tari yang dikenal di ibukota.
Lahir dan besar di Bandung, Chentyadika berasal dari keluarga yang bukan berlatar belakang seni, tetapi kecintaannya terhadap tari sudah muncul sejak usia dini.
Minat Chentyadika terhadap dunia tari dimulai saat ia berusia enam tahun. Ia mulai serius belajar tari pada usia 13 tahun, dengan hip-hop sebagai genre pertama yang dipelajarinya.
Sejak saat itu, ia aktif mengikuti berbagai lomba, mengambil banyak kelas tari, dan menciptakan koreografi.
Pada usia 17 tahun, ia sudah mulai berkarir sebagai koreografer secara profesional. Meskipun awalnya tidak mendapatkan dukungan penuh dari orang tuanya yang ragu bahwa karir di bidang seni dapat memberikan penghidupan Chentyadika berhasil membuktikan bahwa ia bisa hidup dari profesinya.

Perjalanan karir Chentyadika tidaklah mudah. Ia menghadapi berbagai tantangan, termasuk penolakan karena penampilan fisiknya yang dianggap tidak memenuhi standar sebagai dancer.
Ia juga pernah mengalami cedera yang cukup parah hingga tidak bisa menari selama beberapa bulan.
Namun, semua rintangan tersebut justru semakin menguatkan tekadnya untuk terus berkarya.
Baginya, menari dan menciptakan koreografi adalah panggilan jiwa yang tidak bisa ia abaikan.
Chentyadika telah terlibat dalam berbagai proyek besar di industri musik Indonesia.
Beberapa karya terkenalnya termasuk kolaborasi dengan Weird Genius ft Sara Fajira dalam lagu “Lathi”, Tiara Andini dengan “MY Kilau Time”, dan Ayuenstar dengan “Swagger”.
Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai acara offline yang mempertemukan para pecinta seni tari.
Dalam pandangannya, tidak ada koreografer atau dancer favorit; ia menganggap setiap individu memiliki keunikan dan kelebihan masing-masing yang bisa dijadikan contoh.
Hal ini menunjukkan sikap terbuka dan apresiatif Chentyadika terhadap sesama pelaku seni.
Harapan Chentyadika ke depan adalah untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif dalam dunia seni tari.
Ia percaya bahwa melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati dan selalu memberikan yang terbaik adalah kunci untuk mencapai kesuksesan.

Melalui pengalaman hidupnya, ia ingin menyampaikan pesan kepada orang lain:
“Lakukan segalanya sepenuh hati dan selalu lakukan yang terbaik.”
Dengan semangat juang yang tinggi dan dedikasi terhadap seni tari, Chentyadika terus melangkah maju dalam karirnya sebagai koreografer dan direktur pertunjukan.
Ia berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk mengejar passion mereka di bidang seni, serta menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan ketekunan, impian dapat terwujud meskipun ada banyak rintangan di sepanjang jalan.
Source image: chen










