Nosel.id Jakarta- Lahir dan besar di Surabaya, Celtie Olga tumbuh sebagai putri bungsu dari tiga bersaudara.
Dua kakaknya merantau jauh di luar Jawa, sehingga Celtie memilih untuk tetap tinggal berdekatan dengan kedua orang tuanya.
Sebuah pilihan penuh kasih untuk merawat, menjaga, dan memastikan mereka selalu ditemani dalam setiap langkah usia.
Di balik kesehariannya, Celtie adalah seorang wanita pekerja yang juga menjalankan beberapa bisnis, mulai dari bidang kesehatan hingga financial planning.
Aktivitasnya padat, namun ia tetap konsisten menjaga satu hal yang menjadi fondasi kekuatannya: olahraga.
Cintanya pada dunia olahraga bukan datang tiba-tiba. Celtie tumbuh bersama orang tua yang dulu juga atlet pada masanya.
Lingkungan itulah yang membentuknya menjadi perempuan yang aktif, disiplin, dan penuh energi positif.
Namun ada satu titik balik penting dalam hidupnya: ketika pandemi melanda pada tahun 2020.

Saat banyak orang berjuang menata ritme hidup, Celtie justru menemukan passion baru: lari.
Dari sinilah perjalanan baru dimulai.
Sejak kecil Celtie hidup dengan asma. Namun setelah rutin berlari, perlahan ia menyadari sesuatu yang luar biasa: asma yang dulu sering kambuh kini tak lagi muncul.
Bagi Celtie, olahraga bukan lagi sekadar aktivitas tambahan.
Ia menyebutnya sebagai “kebutuhan”, bukan sesuatu yang dilakukan saat ada waktu, melainkan sesuatu yang harus disediakan waktu.
Konsistensi itu bukan hanya menjaga tubuhnya tetap bugar, tetapi juga menjaga pikirannya jernih, hatinya tenang, dan energinya selalu positif.
Celtie percaya bahwa setiap orang memiliki peran penting dalam hidup ini.
Dan untuk menjalankan peran itu dengan baik, entah sebagai anak, profesional, pemimpin, pasangan, atau teman, kesehatan adalah fondasinya.
“Dengan tubuh yang sehat, kita bisa bahagia, produktif, dan memberikan dampak positif untuk sekitar,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak orang yang menjadikan olahraga sebagai rutinitas.
Tidak harus ekstrem, tidak harus jauh, yang penting konsisten dan dilakukan dengan niat memperbaiki diri.
Motivasi hidupnya ialah jangan hidup dengan sia-sia. Ada satu kalimat yang paling membekas dan menjadi kompas hidup Celtie:

“Setiap waktu ada masanya, setiap masa ada orangnya.
Umur manusia itu sudah tertakar. Jangan pernah hidup dengan sia-sia. Milikilah arti dan jadilah inspirasi.”
Bagi Celtie, hidup bukan tentang siapa yang paling hebat atau paling cepat. Hidup adalah tentang memberi makna, setiap hari, sekecil apa pun langkahnya.
Dan melalui ketekunan berlari, pengabdian kepada orang tua, serta kontribusinya dalam bidang kesehatan dan finansial.
Celtie terus berusaha menjadi versi terbaik dirinya dan menginspirasi lebih banyak orang untuk melakukan hal yang sama.
Source image: celtie














