Nosel.id Jakarta,- Byanca Maheswari lahir dan tumbuh di Jakarta, kota yang tak pernah benar-benar tidur.
Masa kecilnya cukup membekas, bukan karena semuanya berjalan sempurna, tetapi justru karena hidup mengajarkannya tentang penerimaan sejak dini.
Orang tuanya berpisah saat ia masih duduk di bangku kelas 1 SD. Namun bagi Byanca, perpisahan itu bukan akhir dari segalanya.
Ia memilih untuk bersyukur, karena meski tak lagi bersama, kedua orang tuanya tetap hadir, peduli, dan memberikan kasih sayang hingga hari ini.
Dari sana, Byanca belajar satu hal penting: keluarga bukan soal bentuk, tapi tentang rasa.
Saat ini, dunia Byanca dipenuhi oleh musik. Bernyanyi bukan sekadar kesibukan, melainkan ruang aman baginya untuk menyalurkan perasaan, bercerita, dan mengekspresikan hal-hal yang tak selalu bisa diucapkan dengan kata biasa.

Melalui nada dan lirik, ia menemukan cara untuk terhubung dengan banyak orang orang-orang yang mungkin tak ia kenal, tetapi merasa “pulang” lewat lagu yang ia nyanyikan.
Perjalanan di dunia musik tentu tak selalu manis. Byanca mengenal betul proses panjang yang penuh tekanan, kritik, dan ekspektasi.
Konsistensi menjadi ujian, mental harus terus ditempa, dan kesabaran adalah bekal utama.
Belum lagi pandangan orang lain yang kadang terasa berat untuk dipikul. Namun justru dari titik-titik itulah ia belajar menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih sabar, dan terus berkembang.
Sejak terjun di dunia musik reguler pada tahun 2018, Byanca memahami bahwa bertahan adalah bagian dari perjuangan, dan berkembang adalah pilihan yang harus diperjuangkan setiap hari.
Harapannya sederhana, namun bermakna. Ia ingin keluarganya selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan.
Ia ingin kariernya terus bertumbuh tanpa kehilangan jati diri. Rezeki yang cukup dan berkah, serta mental dan fisik yang tetap kuat menjadi doa yang tak pernah lepas.
Lebih dari itu, Byanca percaya bahwa menjadi versi terbaik dari diri sendiri dan tetap bersyukur di setiap proses adalah kunci untuk menjalani hidup dengan utuh.
Bagi Byanca, hidup tak jauh berbeda dengan musik. Ada nada tinggi dan rendah, ada tempo cepat dan lambat.

Semua adalah bagian dari perjalanan. Pesannya sederhana namun jujur: apa pun profesi yang dijalani, tetaplah percaya pada mimpi, sekecil apa pun langkahnya.
Jangan takut gagal, jangan berhenti belajar, dan tetap jujur pada diri sendiri.
Jika sesuatu dilakukan dengan hati, kerja keras, dan konsistensi, ia yakin setiap orang akan menemukan panggungnya masing-masing pada waktunya.
Source image: byanca














