Bilqiss Syariifah Al Gibtiyyah, SE.MM: Menjadikan Luka sebagai Energi untuk Bertumbuh dan Memberi Manfaat

Nosel.id Jakarta- Di balik kesuksesan seorang perempuan, sering kali tersimpan perjalanan panjang yang tidak selalu mudah.

Ada perjuangan yang tak terlihat, ada air mata yang tidak diceritakan, dan ada luka yang diam-diam mengajarkan arti ketangguhan.

Kisah itulah yang menggambarkan perjalanan hidup Bilqiss Syariifah Al Gibtiyyah, S.E., M.M., seorang entrepreneur muda yang menjadikan setiap tantangan hidup sebagai bahan bakar untuk terus tumbuh, berkembang, dan memberi manfaat bagi banyak orang.

Bilqiss lahir di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, sebuah kota yang menyimpan begitu banyak kenangan masa kecil dan menjadi saksi perjalanan hidupnya hingga hari ini.

Baginya, Tasikmalaya bukan sekadar tempat kelahiran, melainkan ruang yang penuh cerita tentang proses pencarian jati diri, perjuangan menghadapi berbagai fase kehidupan, hingga akhirnya menemukan kedamaian dalam dirinya sebagai seorang perempuan yang kuat dan memiliki prinsip hidup yang kokoh.

Ia memiliki cara unik dalam menggambarkan keluarganya. Jika banyak orang mengenal istilah “keluarga cemara” sebagai simbol kehangatan keluarga, Bilqiss justru menyebut keluarganya sebagai “keluarga beringin.”

Aku tumbuh dari keluarga beringin, bukan lagi keluarga cemara. Beringin bagiku adalah simbol kekuatan, perlindungan, dan tempat berteduh.

Keluargaku selalu menjadi sumber dukungan dan doa dalam setiap langkah perjalanan hidupku,” tuturnya.

Dukungan itulah yang menjadi fondasi kuat bagi Bilqiss dalam membangun berbagai bidang usaha yang kini ia jalankan.

Saat ini, ia aktif sebagai entrepreneur di sektor kuliner melalui pengelolaan Cafe & Resto Sukahaji, bisnis fashion melalui brand Taylorr.id, serta usaha konveksi tas yang terus berkembang.

Bagi Bilqiss, berbisnis bukan sekadar mencari keuntungan. Lebih dari itu, bisnis adalah sarana untuk menciptakan peluang, membuka lapangan pekerjaan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Di tengah kesibukannya sebagai pebisnis, Bilqiss juga memiliki kecintaan yang besar terhadap dunia seni. Menyanyi dan bermusik menjadi bagian penting dalam hidupnya.

Musik bukan hanya hobi, tetapi juga media untuk menjaga keseimbangan diri, membantu fokus dalam bekerja, sekaligus menjadi ruang ekspresi yang sehat di tengah padatnya aktivitas.

Tak hanya dikenal sebagai pelaku usaha, Bilqiss juga aktif berbagi ilmu dan pengalaman sebagai pembicara dalam berbagai forum kewirausahaan.

Ia kerap terlibat dalam diskusi, seminar, maupun kegiatan sharing bisnis yang menyasar generasi muda.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak anak muda yang berani bertindak dan menciptakan peluang, bukan hanya menjadi penonton atau sekadar menguasai teori.

Saya berharap anak-anak muda saat ini lebih banyak aksi daripada hanya teori.

Era digital memberikan begitu banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk menciptakan karya, usaha, bahkan lapangan pekerjaan sendiri,” ujarnya.

Menariknya, inspirasi terbesar Bilqiss dalam berkarya justru berasal dari sesuatu yang sering dianggap negatif oleh banyak orang, yaitu luka dan trauma.

Baginya, luka bukanlah akhir dari segalanya. Justru dari pengalaman pahit itulah ia belajar tentang ketahanan, keberanian, dan pentingnya membangun nilai diri.

Luka dan trauma mengajarkan saya bagaimana cara bertahan hidup. Dari sana saya belajar untuk terus berkembang, memperkaya pengetahuan, memperbaiki kualitas diri, dan mengimplementasikan semuanya agar bisa bermanfaat bagi orang lain.”

Prinsip hidup tersebut menjadi kompas yang mengarahkan setiap langkahnya. Ia percaya bahwa kesuksesan tidak diukur dari seberapa besar pencapaian pribadi, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

Karena itulah, salah satu kebahagiaan terbesar yang ia rasakan dalam menjalankan berbagai usaha adalah ketika mampu membuka lapangan pekerjaan, memberdayakan masyarakat sesuai keahliannya, serta berbagi pengetahuan kepada banyak orang.

Baginya, sukses memiliki definisi yang sederhana namun sangat mendalam.

Sukses adalah ketika kita bisa bermanfaat.”

Meski demikian, perjalanan bisnis tentu tidak selalu berjalan mulus. Bilqiss pernah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kerugian usaha, ditipu oleh vendor, hingga sulitnya membangun tim yang solid.

Namun alih-alih menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti, ia justru menganggap setiap kesulitan sebagai pupuk yang membantu dirinya tumbuh lebih kuat.

Dalam bisnis, kegagalan adalah bagian dari proses. Kerugian, pengkhianatan, atau tantangan lainnya harus dijadikan bahan evaluasi dan pembelajaran. Untuk mencapai tujuan besar, kita harus berani menghadapi risiko kegagalan.”

Ke depan, Bilqiss memiliki harapan besar untuk terus mengembangkan bisnisnya ke berbagai jaringan yang lebih luas. Ia ingin menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dan memberikan kesempatan bagi masyarakat yang masih berjuang mendapatkan pekerjaan yang layak.

Selain itu, ia juga berharap dapat terus menjadi pribadi yang memberikan dampak positif, baik melalui bisnis, pendidikan, maupun aktivitas sosial yang dijalaninya.

Di tengah berbagai pencapaian yang telah diraih, Bilqiss mengingatkan pentingnya rasa syukur.

Menurutnya, posisi yang saat ini dimiliki seseorang mungkin merupakan jawaban dari doa-doa yang pernah dipanjatkan di masa lalu.

Karena itu, ia mengajak setiap orang untuk berhenti terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain dan lebih fokus membangun kualitas diri.

Perjalanan setiap orang berbeda. Fokuslah membangun skill, memperkuat mindset, dan terus berkembang menjadi versi terbaik dari diri sendiri.”

Salah satu kalimat yang paling menggambarkan perjalanan hidup Bilqiss adalah:

Raised by pain, ruled by confidence.”

Sebuah kalimat yang lahir dari pengalaman hidupnya sendiri.

Mereka kira luka akan mematahkanku. Ternyata luka yang mengajariku cara bertumbuh tanpa berisik.

Dulu aku belajar bertahan, sekarang aku belajar bahwa aku berhak.

Berhak dihargai, berhak bahagia, berhak sukses, berhak bermanfaat, dan berhak menginspirasi.”

Melalui perjalanan hidupnya, Bilqiss Syariifah Al Gibtiyyah membuktikan bahwa luka tidak selalu menjadi penghalang.

Sebaliknya, luka bisa menjadi guru terbaik yang membentuk karakter, memperkuat mental, dan melahirkan pribadi yang mampu memberi manfaat bagi banyak orang.

Sebab pada akhirnya, kesuksesan sejati bukan hanya tentang seberapa tinggi kita berdiri, melainkan tentang seberapa banyak orang yang ikut tumbuh karena kehadiran kita.

Sebagaimana prinsip yang selalu ia pegang:

Pasang mimpimu di bintang paling jauh, berjuanglah seolah jarak itu tipuan.

Karena yang mustahil hanyalah mimpi yang tidak kamu kejar.”

Dan bagi Bilqiss, makna sukses yang sesungguhnya adalah:

When your growth feeds others, not just yourself.”

Semoga narasi ini dapat menjadi inspirasi bahwa setiap luka bisa diubah menjadi kekuatan, dan setiap kesuksesan akan jauh lebih bermakna ketika membawa manfaat bagi banyak orang.

 

 

Source image: Bilqiss Syariifah Al Gibtiyyah, S.E., M.M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *