Nosel.id Jakarta- Bagi Belva sapaan dari Belvaabel, Bogor bukan hanya kota dengan julukan “Kota Hujan“.
Ia adalah ruang kelas pertama yang mengajarkannya tentang kehangatan sejati.
“Orang Sunda gak perlu diragukan lagi yaa kalo soal ramahnya,” katanya dengan semangat.
Dari kecil, ia dibesarkan dalam keasrian dan kesejukan yang membentuk rasa nyaman, serta dalam interaksi hangat antarwarga, seperti sapaan saat lari pagi .
Kehangatan komunitas inilah yang kemudian menjadi fondasi sosialnya, pengingat bahwa di mana pun ia berkarya, nilai hubungan manusiawi tak boleh dilupakan.
Perjalanan Belva menuju kehidupan yang padat berawal dari sebuah kondisi: kuliah full online.

Rindu akan pengalaman dan interaksi, ia memutuskan untuk melangkah keluar dari zona nyamannya yang introvert.
“Sekarang memberanikan diri alhamdulillah suka ngonten” bermanfaat,” tuturnya.
Keputusan ini adalah lompatan keyakinan yang monumental.
Ia tidak hanya mencari kerja dan membangun bisnis, tetapi juga menemukan keberanian untuk bersuara dan berbagi lewat konten.
Semua ia lakoni dengan semangat “mumpung masih muda”, menolak untuk dibatasi oleh label zodiak Capricorn-nya, meski ia akui kecenderungan untuk “men-trobos” segala hal mungkin ada hubungannya.
Passion-nya terletak pada fashion, yang diekspresikan melalui hobi fotografi. Namun, di balik keseruan itu, ada dinamika yang harus dihadapi. Sebagai kreator, mood adalah aset sekaligus tantangan.
Saat rasa lelah datang dan ia memutuskan untuk “close job” sesaat, konsekuensinya nyata: pemasukan bisa berkurang.
Tantangan terbesarnya adalah “pinter ngalihin mood”, kecerdasan emosional untuk mengelola energi kreatif dan komitmen bisnis agar tetap seimbang.
Ini adalah pembelajaran nyata tentang disiplin dan self-care dalam dunia yang serba tidak pasti.
Di tengah segala ambisi dan aktivitasnya, kompas hidup Belva adalah doa-doa yang sederhana namun mendalam.
Ia berharap segala yang dikerjakannya hari ini menjadi bekal berharga untuk masa depan.
Kegagalan di masa lalu ia hadapi dengan permohonan keikhlasan, agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik di mata Allah.
Kesehatan dan yang terpenting, “izinnya orang tua”, ia yakini sebagai kunci lancarnya rezeki.

Nilai-nilai spiritual dan keluarga ini adalah akar yang mengokohkan langkahnya yang begitu cepat.
“Create Your Own Sunshine. Fokus pada diri sendiri. Percaya pada waktu masing-masing.
Juga berdamailah dengan masa lalu, karena tidak semua orang suka dengan kita, tapi tidak semua orang penting bagi kita.
Stay Calm dan tetap fokus sama tujuan kita kedepannya.”
Source image: belva













