Nosel.id Jakarta- Bekasi kerap jadi bahan candaan, panas, penuh matahari, bahkan disebut “planet lain”.
Namun bagi Bella Sanjaya, Bekasi adalah rumah yang penuh kenangan dan makna. Di sanalah ia tumbuh, belajar, jatuh bangun, dan perlahan menjadi dirinya hari ini.
Meski kini menetap di Bogor dan menjalani kehidupan jauh dari kampung halaman, Bekasi tetap menjadi saksi penting perjalanan hidupnya.
Bella kerap merindukan masa kecilnya lingkungan rumah yang jalannya masih tanah dan berbatu, sapaan hangat antar tetangga, serta tawa anak-anak yang bermain permainan tradisional di luar rumah.
Sebuah masa yang sederhana, namun kaya akan kehangatan dan rasa kebersamaan.
Kerinduan itu bukan sekadar nostalgia, tetapi pengingat bahwa nilai kekeluargaan dan kebahagiaan sejati sering kali lahir dari hal-hal paling sederhana.
Selama 11 tahun, Bella meniti karier di satu perusahaan. Sebuah perjalanan panjang yang tidak mudah, namun penuh makna.
Pekerjaan itu bukan sekadar sumber penghasilan, melainkan ruang pembelajaran yang “membesarkan” dirinya dari nol hingga menjadi pribadi yang matang dan percaya diri.
Keputusan untuk meninggalkan karier tersebut tentu bukan hal sepele. Ada cinta, ada perjuangan, dan ada begitu banyak pertimbangan di baliknya.

Namun hidup membawa Bella pada babak baru.
Ia memilih mengikuti suami, tinggal jauh dari orangtua, bahkan hingga ke negeri orang. Sebuah keputusan besar yang mengubah arah hidupnya secara signifikan.
Dari perempuan karier, Bella kini menjalani peran sebagai ibu rumah tangga. Bukan tanpa rasa sedih, tentu saja. Tapi di balik itu, ada rasa antusias dan harapan baru.
Bagi Bella, menjadi ibu rumah tangga bukan berarti kehilangan jati diri.
Justru sebaliknya. Ini adalah kesempatan untuk hadir lebih utuh bagi keluarga, sekaligus tetap menjadi perempuan yang terus belajar dan berkembang.
Ia percaya bahwa peran domestik tidak menghapus mimpi, melainkan memberi bentuk baru pada mimpi itu sendiri.
Dengan waktu yang lebih fleksibel, Bella ingin terus mengeksplorasi hal-hal baru dan, suatu hari nanti, menginspirasi perempuan lain yang berada di fase hidup serupa.
Tentang menikmati hidup dan menjaga keharmonisan, Bella punya prinsip sederhana namun kuat. Pertama, perempuan harus tetap punya “dunia” sendiri.
Menikah dan berkeluarga bukan alasan untuk kehilangan diri. Me time, hobi, dan belajar hal baru adalah kebutuhan, bukan kemewahan.
Karena istri dan ibu yang bahagia akan menciptakan rumah yang hangat.
Kedua, menjaga identitas sebagai perempuan dengan mimpi.
Ketiga, menurunkan standar kesempurnaan terutama yang sering dibentuk oleh media sosial. Hidup tidak harus selalu rapi, produktif, atau estetik. Capek itu wajar.
Istirahat itu perlu. Tidak perlu terlalu keras pada diri sendiri, karena setiap orang punya batas dan kapasitas yang berbeda.
Dan yang tak kalah penting, Bella percaya pada kekuatan merayakan hal-hal kecil.
Bahagia bukan hanya tentang pencapaian besar, tetapi tentang kemampuan menghargai setiap langkah, sekecil apa pun. Mengapresiasi diri sendiri adalah bentuk cinta yang paling jujur.
Untuk masa depan, doa Bella sederhana namun tulus: kesehatan untuk dirinya dan keluarga, kelancaran rezeki, serta ketenangan hati di tengah berbagai kegaduhan yang dirasakan banyak orang hari ini.
Baginya, kewarasan adalah anugerah yang tak kalah penting dari kesuksesan.

Melalui kisahnya, Bella Sanjaya menyampaikan pesan kuat untuk perempuan Indonesia:
Jangan pernah merasa kecil hanya karena memilih menjadi ibu rumah tangga atau melepas karier yang telah lama dibangun.
Nilai diri tidak ditentukan oleh jabatan atau status pekerjaan. Peran mengurus rumah, suami, dan anak adalah peran besar yang sering kali luput dari sorotan.
Teruslah belajar dan bertumbuh. Jaga pikiran tetap positif dan hati tetap bahagia. Karena ketika seorang perempuan merasa utuh dengan dirinya, energi itu akan mengalir ke seluruh rumah, menciptakan ruang yang hangat, penuh cinta, dan dipenuhi vibrasi positif.
Dari sanalah, kehidupan yang bermakna benar-benar dimulai.
Source image: bella














