Azlina, Jangan Menunggu Sempurna untuk Memulai

Nosel.id Jakarta- Berangkat dari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, aku tumbuh di lingkungan yang hangat, sederhana, dan penuh kebersamaan.

Masa kecil dihabiskan bersama keluarga yang saling peduli, tempat rasa syukur diajarkan bukan lewat kata-kata besar, tetapi melalui contoh sehari-hari.

Suasana kota yang tenang serta kasih sayang keluarga membentukku menjadi pribadi yang mudah berempati dan terbiasa memandang kehidupan dari sisi yang lebih positif, bahkan ketika berada di tengah keterbatasan.

Perjalananku di dunia influencer dan content creator tidak diawali oleh ambisi untuk dikenal, melainkan oleh keinginan untuk berbagi.

Berangkat dari pengalaman pribadi, jatuh bangun, serta ketertarikan pada dunia konten, aku memulai semuanya dari nol.

Tanpa latar belakang besar, aku belajar tentang konsistensi, proses, dan keberanian untuk terus mencoba.

Sejak tahun 2018, di masa awal menjadi mahasiswa baru, aku mulai menyadari keresahan yang sederhana namun nyata: banyak orang ingin memulai usaha, tetapi bingung harus memulainya dari mana.

Dari situlah konten-konten yang kubuat lahir berbekal pengalaman pribadi dan strategi sederhana yang mudah dipahami oleh pemula.

Bagi aku, kunci kreativitas adalah kejujuran pada diri sendiri.

Terus belajar, membuka wawasan, dan berani mencoba hal baru menjadi cara untuk menjaga ide tetap hidup dan relevan.

Namun di balik proses yang terlihat di layar, ada sisi lain yang jarang dibicarakan: rasa lelah, overthinking, tidak selalu diapresiasi, hingga tekanan untuk terus terlihat “baik-baik saja”.

Semua itu adalah bagian dari perjalanan bukan untuk diratapi, melainkan diterima sebagai proses pendewasaan.

Ke depan, harapanku sederhana namun tulus: semoga orang-orang di sekitarku selalu diberi kesehatan, keluarga yang harmonis, karier yang berkah, serta lingkungan sosial yang saling menguatkan.

Aku ingin apa pun yang kukerjakan dapat membawa manfaat, bukan hanya untuk diriku sendiri, tetapi juga untuk orang lain sekecil apa pun dampaknya.

Karena pada akhirnya, hidup bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, melainkan siapa yang konsisten berjalan.

Jangan menunggu sempurna untuk memulai. Bertumbuhlah sambil berjalan.

Setiap orang punya waktunya sendiri, dan setiap langkah kecilmu hari ini adalah bukti bahwa kamu sedang berproses.”

 

 

Source image: azlina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *