Nosel.id Jakarta- Ayu lahir di Cengkareng, Jakarta Barat. Namun masa kecilnya dihabiskan jauh dari hiruk pikuk ibu kota.
Sejak kecil, Ayu tumbuh bersama neneknya di Yogyakarta hingga lulus sekolah dasar.
Di usia belia, ia sudah terbiasa mandiri karena kedua orang tuanya harus bekerja di luar negeri.
Ayah di Korea dan ibu di Singapura. Dari situ, Ayu belajar arti keteguhan, kesabaran, dan tanggung jawab sejak dini.
Perjalanan hidup tersebut mengantarkan Ayu pada profesi mulia yang kini ia jalani: bidan perawat bersertifikat.
Baginya, menjadi bidan bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati.
Setiap hari, Ayu menjadi saksi detik-detik paling sakral dalam kehidupan manusia: proses kelahiran.
Ia menyaksikan tangis pertama bayi, senyum lega seorang ibu, dan kebahagiaan keluarga yang tak ternilai harganya.
Lebih dari itu, Ayu bangga bisa memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui profesinya, ia ikut berperan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).
Menyelamatkan nyawa, menjaga keselamatan ibu dan anak, serta memberikan rasa aman di momen krusial adalah kepuasan batin yang tak tergantikan.
Namun di balik semua kebahagiaan itu, profesi bidan juga menyimpan tantangan besar.
Tanggung jawab yang tinggi, jam kerja panjang, sistem shift yang tidak menentu, serta tekanan fisik dan mental menjadi bagian dari keseharian.
Kurang istirahat dan stres adalah risiko yang harus dihadapi dengan kesiapan mental yang kuat.
Untuk menjaga keseimbangan hidup, Ayu belajar memanajemen waktunya dengan bijak.
Ia menyempatkan diri berolahraga minimal seminggu sekali, memastikan asupan makan dan minum tercukupi, serta menjaga kesehatan tubuh agar tetap prima.

Baginya, bidan yang sehat adalah kunci untuk bisa terus memberikan pelayanan terbaik.
Ayu menyimpan harapan sederhana namun penuh makna: semoga kita semua selalu diberi kesehatan jasmani dan rohani, agar dapat menjalani setiap aktivitas dengan ikhlas, penuh semangat, dan rasa syukur.
Karena ketika kesehatan terjaga, pengabdian pun bisa terus berjalan dengan sepenuh hati.
Source image: ayu














