Nosel.id Jakarta- Ayas berasal dari Cikarang, sebuah kota yang sering dikenal sebagai kawasan industri.
Namun bagi Ayas, Cikarang adalah rumah dengan makna yang jauh lebih dalam.
Ia tumbuh di lingkungan yang benar-benar ramah, warganya hangat, saling menyapa, dan penuh kepedulian sejak ia kecil hingga hari ini.
Nilai-nilai itu bukan hadir begitu saja, melainkan ditanamkan kuat oleh orang tuanya.
Sejak kecil, Ayas diajarkan untuk selalu rendah hati kepada siapa pun, bahkan ketika menghadapi sikap tidak baik dari orang lain.
Baginya, kejahatan tidak perlu dibalas dengan kejahatan. Cukup tetap menjadi manusia yang baik.
Didikan yang penuh cinta dan kasih sayang itulah yang menjadi fondasi hidup Ayas.
Meski demikian, perjalanan hidupnya tidak selalu lurus dan mudah.

Ada masa di mana ia hampir menyerah sebuah plot twist kehidupan yang terlalu dalam untuk diceritakan. Namun satu hal yang pasti, Atas bertahan.
Dukungan keluarga dan teman-teman menjadi pegangan yang membuatnya tetap berdiri hingga hari ini.
Dalam perjalanan karier, Atas sempat bekerja di bidang manufaktur. Kini, ia sedang berada di fase jeda dari pekerjaan formal.
Waktu luang yang dimilikinya ia isi dengan hal-hal yang ia sukai, seperti mengerjakan endorsement, berfoto, dan mengeksplorasi gaya berpakaian.
Bagi Atas, hobi bukan sekadar kesenangan, tetapi juga ruang untuk mengekspresikan diri dan kembali menemukan semangat.
Soal menjalani hidup dengan lebih enjoyable, Atas punya satu pegangan utama: bersyukur.
Ia memahami betul bahwa rasa lelah adalah hal yang manusiawi lelah karena pekerjaan, lelah karena hidup, bahkan lelah karena pernah disakiti oleh orang lain.
Mengeluh sesekali bukanlah dosa, karena manusia bukan robot. Namun yang terpenting adalah tidak larut terlalu lama dalam kesedihan.
Hidup perlu dijalani dengan rasa syukur dan keberanian untuk saling memaafkan, agar hati tetap ringan dan langkah tidak terhenti.
Harapannya pun sederhana dan tulus. Ia ingin keluarganya selalu diberi kesehatan, rezeki yang dimudahkan, hati yang sabar, dan rasa syukur yang tak pernah putus.
Untuk dirinya sendiri, Atas hanya berharap satu hal: semoga jalan hidupnya selalu dipermudah, satu langkah demi satu langkah.

Lewat kisahnya, Atas meninggalkan pesan yang kuat dan menguatkan:
“Tetap menyala walaupun apinya kecil sekali, tetap kokoh walaupun badainya besar sekali. Sebab, yang benar-benar kuat bukanlah yang tak pernah goyah, melainkan yang terus bertahan meski hampir padam.”
Kisah Atas mengingatkan kita bahwa bertahan pun sudah merupakan bentuk keberanian yang luar biasa.
Source image: ayas













