Nosel.id Jakarta- Aulia Putri Lestari, atau yang akrab disapa Olly, tumbuh dari sebuah rumah yang penuh kehangatan di Bandung, rumah yang dibangun oleh cinta orang tuanya selama lebih dari dua dekade.
Dari ruang keluarga yang penuh tawa dan kasih sayang itulah Olly belajar satu hal penting: bahwa hidup berjalan dengan ritmenya sendiri, dan setiap proses layak dinikmati.
Sebagai anak pertama, ia tumbuh dengan rasa tanggung jawab yang besar.
Ia menjadi kakak yang memberi contoh, bukan karena diminta, melainkan karena ia tahu adik-adiknya memandangnya sebagai pijakan.
Salah satu momen yang paling membekas adalah ketika sang adik yang masih duduk di bangku SD berkata,
“Aku ingin jadi orang yang berguna, kayak kakak.”
Bagi Olly, itu bukan sekadar kalimat, itu adalah pengingat bahwa langkah kecil yang ia ambil ternyata mampu menyalakan cahaya bagi orang lain.
Perjalanannya sebagai content creator dimulai dari hobi sederhana: kecintaannya pada beauty dan editing.
Dengan modal produk pribadi dan rasa ingin tahu, Olly mulai membuat konten dari apa yang ia punya.

Ketekunannya membawanya bergabung dalam berbagai komunitas beauty, tempat ia mulai menerima produk dan melakukan barter konten.
Dari sana, portofolionya terbentuk, konsistensinya terasah, dan akhirnya brand-brand besar mulai meliriknya.
Identitas visualnya pun semakin jelas: gaya fashion pastel yang lembut, rapi, dan menjadi ciri khas yang membuat namanya mudah diingat.
Namun, bagi Olly, menjadi kreator bukan hanya soal estetika. Kreativitas, baginya, lahir dari keberanian untuk keluar dari zona nyaman.
Sebagai lulusan psikologi, ia merasa punya tugas moral untuk berbagi, tentang self-love, mental health, well-being, hingga personal branding.
Ia tidak hanya membuat konten, tetapi juga hadir sebagai speaker di berbagai kesempatan, membawakan materi yang terhubung dengan pengalaman personalnya.
Di situlah karakter uniknya terbentuk: perpaduan antara kecantikan visual, kedewasaan mental, dan kemampuan menyampaikan pesan dengan jujur serta lembut.
Keputusan memilih psikologi juga berakar dari nilai yang ia pegang sejak kecil.
Ia percaya bahwa hidup menjadi lebih hangat ketika seseorang merasa didengarkan.
Suatu hari kelak, ia ingin menjadi seorang ibu yang hadir penuh, yang memahami anaknya bukan hanya lewat kata-kata, tetapi lewat emosi yang stabil dan hati yang matang.
Untuk mencapai itu, Olly tahu ia harus memulai dari dirinya sendiri, mengenali luka-lukanya, merawat kekuatan-kekuatannya, dan mengolah tiap pengalaman agar dapat menjadi ruang aman bagi keluarganya di masa depan.
Dalam setiap perjalanan yang ia lalui, Olly membawa pesan yang sederhana namun penuh makna:
“Jangan hanya jadi diri apa adanya, tapi jadilah versi terbaik dari diri sendiri.”
Ia percaya setiap perempuan berhak berkembang.
Berhak belajar memahami diri, memperbaiki mimpi yang sempat berantakan, dan berani mencoba hal baru tanpa takut gagal.
Karena baginya, lebih baik jatuh setelah mencoba daripada selamanya bertanya-tanya tentang sesuatu yang tidak pernah dimulai.
Olly adalah bukti bahwa pertumbuhan tidak selalu datang dari langkah besar. Terkadang, ia justru hadir dari keberanian kecil untuk terus bertumbuh, pelan, tapi pasti.
Dan melalui perjalanannya, ia mengingatkan kita semua bahwa setiap orang punya kesempatan untuk menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.
Source image: olly













