Asri Rabiyana, Berhenti Menunduk Kepada Orang yang Sering Merendahkan!

Nosel.id Jakarta- “Aku dari kecil asli Bojonggede, Bogor. Nenek, orangtua, semua keluarga besar aku asli di sini,” tutur Asri dengan suara penuh rindu.

Bojonggede bukan sekadar tempat tinggal; ia adalah arsip hidup yang menyimpan kenangan masa kecil, cerita suka duka, dan jejak orang-orang tercintanya, termasuk almarhum orangtuanya serta kakek nenek.

Dari sanalah ia menyerap nilai-nilai tentang keluarga yang hangat, penuh kasih, dan kebersamaan.

Kehangatan inilah yang kemudian ia terjemahkan dalam filosofi bisnisnya: setiap acara adalah tentang merayakan ikatan dan cinta.

Jalan menuju dunia wedding dan event planning dimulai dari dunia fashion. Awalnya, Asri adalah seorang muse untuk makeup dan busana muslim.

Namun, berada di sekeliling teman-teman yang berprofesi sebagai vendor di bidang Wedding Organizer (WO) dan Event Organizer (EO) menyalakan api keinginannya.

Ia memutuskan untuk tidak hanya menjadi bagian dari panggung, tetapi membangun panggungnya sendiri.

Lahirlah PT Rabiyana Handle Project dan brand legendarisnya, Kita Yang Handle (KYH).

Keputusan ini adalah lompatan keyakinan dari dunia modeling ke dunia bisnis yang penuh dinamika.

Bagi Asri, sukacita terbesar dalam profesinya adalah kepuasan tanpa tara saat berhasil mewujudkan wedding dreams klien.

Ada kepuasan juga untuk aku dan KYH dalam mensukseskan acara pentingnya klien,” ujarnya.

Ia adalah pribadi yang bahagia ketika pikiran dan badannya sibuk untuk sebuah tujuan yang membahagiakan orang lain.

Namun, jalan menuju kesuksesan tak pernah mulus.

Ia mengalami duka yang mendalam: dikucilkan oleh sesama vendor yang merasa lebih senior, bahkan pernah dikhianati oleh tim sendiri.

Namun, dengan ketangguhan yang ia miliki, ia memilih untuk mengambil hikmah.

Mungkin kalau tidak ada kejadian tersebut, aku tidak bisa sampai saat ini dengan bisnisku yang Alhamdulillah sudah mulai level up,” refleksinya penuh syukur.

Setiap luka justru mengajarkannya ketajaman bisnis dan keteguhan hati.

Harapan dan Doa: Kesehatan, Dukungan, dan Kemajuan yang Berkah
Di tengah kesibukan membangun bisnis, harapan Asri tetap sederhana dan mendasar.

Ia berdoa untuk kesehatan dirinya, keluarga kecilnya, dan semua orang tersayang di sekelilingnya. Dukungan dari mereka adalah bahan bakarnya.

Selain itu, ia juga berharap agar karir dan ekonominya terus membaik, bukan hanya untuk kemewahan, tetapi untuk stabilitas yang memberinya kemampuan berbuat lebih banyak.

Gak semua orang mengerti gimana rasanya bangun bisnis dari NOL. Tapi kita tahu rasanya, dan itu kekuatan kita.

Asri menggambarkan perjalanan itu: mulai dari ide kecil, jatuh bangun, diremehkan, hingga harus mengambil keputusan penting sendirian. Semua itu, katanya, bukan beban, melainkan bagian dari proses.

Jangan malu menangis untuk bisnis,” tekannya.

Setiap pengusaha sukses pernah melakukannya.

Perbedaannya hanya satu: mereka tidak berhenti. Mereka bangkit, belajar, dan terus melangkah hingga sukses.

Sebagai prinsip hidup dan bisnis, Asri berpegang pada kata-kata tegas:

Berhenti menunduk kepada orang yang sering merendahkan. Berhenti menghargai siapapun yang tidak bisa menghargai, berhenti menghormati siapapun yang meremehkan dan menyepelekan.

Jangan ragu meletakkan garis batas yang sangat tegas.

Kenyamanan hati adalah tanggung jawab diri kita sendiri. Bukan tanggung jawab orang lain.

 

 

Source image: asri

 

Source: asri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *