Nosel.id Jakarta- Arma memiliki akar yang kuat dari Jawa Tengah, tepatnya Magelang.
Meski ia lahir dan dibesarkan di Jakarta, tempat orang tuanya menetap hingga kini Magelang tetap menjadi bagian penting dari identitasnya.
Dua dunia itu membentuk Arma: dinamika kota besar yang sibuk dan nilai-nilai keteduhan khas daerah yang lekat dengan kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa saling peduli.
Masa kecil Arma tumbuh dalam lingkungan keluarga yang hangat dan penuh cinta.
Nilai kekeluargaan menjadi fondasi utama yang ia pegang hingga hari ini.
Bagi Arma, rumah selalu menjadi tempat paling aman, ruang untuk kembali, berbagi cerita, dan menguatkan satu sama lain dalam berbagai fase kehidupan.
Saat ini, Arma menjalani peran utamanya sebagai ibu rumah tangga secara penuh.
Sebuah peran yang sering kali terlihat sederhana, namun sesungguhnya penuh tanggung jawab, kesabaran, dan cinta tanpa batas.

Di sela peran tersebut, Arma juga memiliki usaha kecil di Bali yang ia kelola dengan penuh ketulusan.
Baginya, berusaha tidak selalu tentang besar-kecilnya skala, melainkan tentang keberanian untuk terus bergerak dan berdaya.
Banyak yang mengira Arma berlatar belakang dunia modeling karena kegemarannya berfoto dan gaya hidupnya yang aktif.
Namun Arma dengan rendah hati menegaskan bahwa ia bukan seorang model.
Hanya seseorang yang menikmati momen, suka diabadikan lewat kamera, dan mensyukuri tubuh sehat yang ia jaga dengan aktivitas ringan.
Latar pendidikannya sendiri adalah Sastra Inggris yang ia tempuh semasa kuliah di Jakarta, sebuah pengalaman yang memperkaya cara berpikir dan sudut pandangnya terhadap dunia.
Menjalani peran sebagai ibu, pelaku usaha kecil, sekaligus individu yang terus bertumbuh tentu memiliki tantangan tersendiri.
Ada lelah, ada penyesuaian, dan ada proses panjang yang tidak selalu terlihat.
Namun Arma memilih untuk menjalaninya dengan hati yang tenang dan penuh penerimaan.
Tentang harapan, Arma tidak meminta banyak.
Ia hanya berharap satu hal yang paling mendasar namun paling bermakna: semoga kita semua tetap bisa saling menggenggam tangan dalam suka dan duka, serta saling menguatkan di setiap langkah kehidupan.
Baginya, kekuatan terbesar manusia terletak pada kebersamaan dan empati.
Untuk keluarga, ia mendoakan keharmonisan dan kesehatan. Untuk ekonomi dan usaha, ia berharap keberkahan dan kecukupan.
Untuk kesehatan, Arma memohon tubuh yang kuat dan hati yang damai.
Dan untuk kehidupan sosial, semoga selalu dipertemukan dengan orang-orang baik yang saling menumbuhkan.

Sebagai penutup, Arma meninggalkan pesan sederhana yang sarat makna bagi siapa pun yang membaca kisahnya:
“Jadilah baik, lakukan kebaikan, dan rasakan kebaikan.”
Source image: ArmaCat
menyesuaikan gaya tulisannya jadi lebih santai, lebih ke perempuan & keluarga, atau lebih soft untuk media lifestyle 🌿












