Dalam minggu ini ada berita yang cukup lumayan membuat kita bersama untuk ikuti, analisa dan jadikan pembelajaran bersama. Cara pandang jernih, independent dan mengedepankan akal sehat serta kebaikan bersama tentu saja.
Acara Surabaya Islamic Festival 2022 yang ditarget mampu mengundang puluhan ribu pengunjung akhirnya dibatalkan dan jadwal ulang. Hal itu menyusul adanya protes dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.



Surabaya Islamic Festival 2022, atau Hijrahfest 2022 yang rencananya diselenggarakan tanggal 14 sampai 16 Oktober 2022 di Gedung Jatim Expo, Kota Surabaya akhirnya dibatalkan setelah mendapat protes dari PWNU Jawa Timur dan MUI Jawa Timur.
Alasan kedua intitusi tersebut ialah karena mencatut logo NU ( Nahdlatul Ulama) tanpa ijin, dan juga diduga digelar oleh beberapa orang yang diduga merupakan bagian kelompok terlarang dan berseberangan dengan ideologi negara. Bahkan PWNU Jawa Timur, seperti di kutip dari Ahmad Muzakki, sekretaris PWNU jawa Timur, meminta dalam waktu 1 X 24 jam kepada panitia Hijrahfest untuk meminta maaf karena mencatut logo NU tanpa ijin.
PWNU Jawa Timur secara tegas bersama pondok-pondok pesantren yang ada di Jawa Timur menolak & memprotes acara ini dihelat di Jawa Timur. Hijrahfest sebagaimana kita ketahui bersama di inisasi oleh empat artis yakni Arie Untung, Ricky Harun, Dude Herlino dan Mario Irwinsyah.
Festival ini pertama kali digelar tahun 2018, dan berhasil menarik pengunjung sebanyak 15-20 ribu per harinya. Acara di isi dengan sharing dan kajian dari ustad, artis serta diramaikan oleh komunitas-komunitas Islam, booth dan variasi acara kreatif lainnya.
Acara ini setelah sukses dan mendatangkan ribuan pengunjung di Jakarta, lalu di susul dengan kota-kota besar Indonesia lainnya, seperti di Kota Palu, Makassar, Medan, Pekanbaru dan kota lainnya.
Beragam alasan dengan digelar dikota-kota besar tersebut, termasuk kenapa alasan kenapa Kota Surabaya akhirnya di pilih oleh Arie Untung untuk acara ini yakni, karena memiliki basis umat Islam yang sangat besar, dan bagaimana cara untuk tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang ada serta mampu menjadi jembatan ukhuwah bagi para stakeholder yang terlibat di dalamnya dan mendorong kebangkitan ekonomi syariah melalui tumbuhnya halal lifestyle di Indonesia.

Founder Hijrahfest
Hijrahfest bahkan mampu mencapai transaksi sebanyak 28 miliar, bahkan di Kota Surabaya yang diprotes oleh PWNU Jawa Timur dan MUI ini ditarget oleh panitia akan mampu memecahkan rekor transaksi sebanyak 100 miliar rupiah.
Di harapkan oleh panitia event Surabaya ini akan memunculkan pengusaha baru.dan salah satu cara merupakan bentuk upaya membangkitkan ekonomi melalui para UMKM di Jatim. Hijrahfest Surabaya diikuti 150 pengusaha UMKM baik dari sektor makanan, travel, hingga busana muslim.
Karena mendapat protes dari PWNU Jawa Timur dan MUI, maka acara Surabaya ini direscedule ulang, ada tempat pengganti dan uang tiket, sewa booth dan administrasi lainnya akan dibereskan oleh panitia.
Jadi bagaimana pendapat audiens semua, yuk berfikir bersama dan analisa secara bijak agar timbul pemahaman yang “clean” and wise”.
Salam berfikir!
image: hijrahfest.









