Nosel.id Jakarta- Anisa Quray lahir dan tumbuh di Surabaya, dari sebuah keluarga yang tenang, sederhana, dan penuh dukungan.
Lingkungan itulah yang membentuk cara pandangnya terhadap hidup tidak terburu-buru, tidak berisik, namun penuh makna.
Dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam setiap langkah yang ia ambil, termasuk saat harus mengambil keputusan besar dalam hidupnya.
Sebelum dikenal sebagai make up artist (MUA) di Surabaya, Anisa sempat menapaki dunia perbankan.
Karier yang stabil dan terstruktur itu akhirnya ia lepaskan, bukan karena ketidakmampuan, melainkan karena kesadaran akan prioritas hidup.

Anisa memilih resign demi satu hal yang menurutnya tak tergantikan: waktu bersama keluarga.
Kini, sebagai MUA, ia menikmati jam kerja yang jauh lebih fleksibel, bahkan sebagian besar pekerjaannya hanya berlangsung di akhir pekan.
Perjalanan ini tentu tidak selalu mudah. Sisi sukanya, Anisa bisa menata hidup dengan ritme yang lebih seimbang.
Ia bisa berkarya, sekaligus hadir untuk orang-orang terdekatnya.
Namun di sisi lain, ia juga harus berdamai dengan fase merintis, penghasilan yang belum tetap, belum stabil, dan masih penuh ketidakpastian.
Di titik inilah Anisa memegang satu prinsip hidup sederhana namun kuat: banyak bersyukur.
Baginya, orang yang hatinya penuh syukur akan selalu merasa cukup, meski belum memiliki segalanya.
Harapan Anisa pun tidak muluk. Ia ingin menjadi perempuan yang senantiasa bersyukur dan mampu menerima apa pun yang telah dikehendaki Allah SWT.
Ia juga berharap orang-orang terdekatnya tetap hadir, menemani proses tumbuh dan berkembang, dalam suka maupun duka.

Sebagai penutup, Anisa menitipkan pesan untuk siapa pun yang sedang berdiri di persimpangan hidup:
“Jangan takut memulai hal baru. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka bersyukur.
Sebuah pengingat lembut bahwa keberanian, kesabaran, dan rasa syukur adalah bekal utama dalam setiap proses kehidupan.
Source image: anisa














