Nosel.id Jakarta- Bagi Anira, Sumedang bukan sekadar kota tempat ia dilahirkan.
Sumedang adalah rumah tempat pulang, tempat beristirahat, dan ruang yang selalu menghadirkan kehangatan.
Di sanalah ia tumbuh dengan rasa aman, sederhana, namun penuh makna.
Kota itu menjadi fondasi emosional yang membentuk caranya memandang hidup: tenang, membumi, dan penuh syukur.
Sejak kecil, Anira sudah akrab dengan dunia seni. Makeup bukan hal asing baginya.
Aktivitas di dunia modeling dan seni tari membuatnya memahami bahwa riasan bukan hanya soal mempercantik wajah, tetapi juga tentang mengekspresikan karakter dan rasa percaya diri.
Seiring bertambahnya usia, ia mulai bereksperimen dengan berbagai riasan. Tanpa disadari, orang-orang di sekitarnya menyukai sentuhan tangannya.
Dari situlah langkah awalnya sebagai perias dimulai, secara otodidak, berangkat dari rasa suka dan keberanian mencoba.
Perjalanan itu kemudian membawanya ke level yang lebih serius.
Setelah mengikuti ajang lomba makeup bergengsi, Anira memutuskan untuk memperdalam kemampuannya secara profesional.
Ia belajar langsung dari beberapa MUA ternama, menyerap ilmu, teknik, dan etos kerja.

Namun yang menarik, Anira tidak membatasi dirinya pada satu gaya khas. Baginya, makeup adalah ruang dialog antara dirinya dan klien.
Ia lebih memilih mengikuti moodboard klien, mendengarkan keinginan, dan menerjemahkannya ke dalam riasan yang paling sesuai.
Karena setiap wajah punya cerita, dan setiap cerita layak dirayakan dengan cara yang berbeda.
Ketika ditanya tentang suka dan duka di dunia yang ia jalani, Anira menjawab dengan sederhana namun penuh makna.
Sukanya adalah menemukan dirinya sendiri di dunia ini, menyadari bahwa apa yang ia kerjakan selaras dengan hatinya.
Sedangkan duka, Insya Allah, ia merasa tidak ada. Ia menjalani setiap proses dengan rasa ikhlas dan percaya bahwa setiap fase punya waktunya masing-masing.
Saat ini, Anira tengah memasuki babak baru dalam hidupnya. Ia sedang mengandung, menanti peran baru sebagai seorang ibu.
Harapannya pun mengalir dengan tulus: setelah melahirkan nanti, semoga kondisi cepat membaik, anak-anak dan suami selalu sehat, serta terus menjadi sistem pendukung terbesarnya.
Dengan dukungan itu, ia ingin kembali melangkah, melanjutkan tujuan-tujuan hidup yang sempat tertunda, dan bertemu atau dikenal oleh lebih banyak orang hebat yang saling menguatkan.
Anira percaya pada kekuatan kata-kata baik. Prinsip hidupnya sederhana namun dalam:
Ucapkanlah hal-hal baik itu berulang, meskipun orang lain menganggapnya mustahil.

Karena ia yakin, cepat atau lambat, semua doa dan harapan yang diucapkan dengan keyakinan akan menemukan jalannya sendiri untuk menghampiri.
Di balik setiap riasan yang ia ciptakan, ada perjalanan tentang kesabaran, pertumbuhan, dan kepercayaan pada proses.
Dan seperti Sumedang yang selalu menjadi tempat pulang, Anira terus melangkah dengan hati yang hangat, merias dunia, sambil merawat mimpinya sendiri.
Source image: anira














