Nosel.id Jakarta- Ana lahir di Gading Rejo, sebuah desa kecil yang asri di Kabupaten Pringsewu, Lampung.
Masa kecil Ana dihabiskan dengan kenangan indah, seperti pergi ke pasar bersama nenek dengan becak, menikmati pemandangan hamparan sawah, dan rumah-rumah kayu khas pedesaan.
Kehidupan sederhana di desa itu membentuk dirinya menjadi sosok yang menghargai setiap momen dan proses dalam hidup.
Saat ini, Ana adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki putra dan putri yang tengah beranjak remaja.
Meski kesibukannya dalam mengurus keluarga cukup padat, Ana tidak pernah menjadikan perannya sebagai ibu sebagai penghalang untuk berkarya dan berprestasi.
Karier Ana dimulai dengan menjadi pelatih karate untuk anak-anak, sebuah profesi yang masih ia jalani hingga sekarang.
Namun, perjalanan Ana dalam dunia olahraga tidak berhenti di situ. Pasca melahirkan, ia mengalami kenaikan berat badan yang memotivasinya untuk memulai olahraga.
Di sinilah Ana menemukan cintanya pada Strong Nation, olahraga berbasis HIIT (High-Intensity Interval Training) yang menggabungkan kardio dengan gerakan bela diri.
Menurutnya, Strong Nation adalah olahraga yang maskulin dan penuh energi, sehingga cocok dengan semangatnya.
Ia menekuni olahraga ini dengan serius dan bahkan menjadi instruktur profesional. Kini, ia menikmati hasil dari dedikasinya, baik dalam bentuk kesehatan yang terjaga maupun penghasilan yang lumayan.
Pandemi COVID-19 membuka babak baru dalam perjalanan olahraga Ana. Ia mulai mencoba berlari, meski awalnya terasa berat.
Dari langkah-langkah kecil, Ana terus berlatih hingga akhirnya mampu merasakan kebahagiaan dalam berlari.
Ia memulai dengan mengikuti lomba lari 5K, yang kemudian berlanjut hingga ia mampu menuntaskan tantangan Full Marathon.
Tentu saja, perjalanan ini tidak selalu mulus. Ana harus pintar membagi waktu antara kewajibannya sebagai ibu dan rutinitas olahraganya.
Sering kali, ia harus mengantar anak-anak ke sekolah lebih dulu sebelum memulai sesi larinya, meski kadang harus menghadapi cuaca yang sudah mulai terik.
Saat merintis karier sebagai instruktur Strong Nation, Ana juga menghadapi tantangan seperti jumlah peserta kelas yang minim di awal.
Namun, kerja keras dan konsistensinya berbuah manis. Kini, ia telah membangun komunitas yang solid dan penuh semangat.

Harapan Ana sederhana namun mendalam: ia ingin selalu diberi kesehatan dan semangat untuk mendampingi anak-anaknya hingga mereka dewasa.
Ia berharap segala yang ia kerjakan diberi kelancaran agar bisa terus memberi manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Pesan Ana untuk para ibu sangatlah menginspirasi: “Menjadi ibu bukanlah penghalang untuk melakukan hal yang kita sukai.
Ibu yang bahagia akan menciptakan keluarga yang harmonis dan anak-anak yang juga bahagia.”
Source image: ana















