Amelya Larasati W, This Too Shall Pass

Nosel.id Jakarta- Amelya Larasati W lahir dan besar di Jakarta, tumbuh dalam keluarga yang hangat, rapi, dan selalu memelihara kedekatan satu sama lain.

Masa kecil yang penuh cinta dan kedisiplinan itu menjadi pondasi kuat bagi karakter Amelia hari ini.

Sebagai anak pertama, ia memikul rasa tanggung jawab untuk menjadi kebanggaan keluarga, bukan karena tuntutan, tetapi karena nilai yang ditanamkan sejak dini.

Tidak mudah menyerah, mengejar apa yang dicita-citakan, serta menghormati setiap orang yang dijumpai.

Nilai-nilai sederhana itulah yang membentuk prinsip hidupnya hingga sekarang.

Menariknya, perjalanan Amelya sebagai konten kreator tidak dimulai dari ambisi menjadi “influencer.” Fokus awal hidupnya berada pada dunia edukasi.

Ia menempuh pendidikan di Universitas Indonesia (UI), London School of Public Relations (LSPR), dan Binus University, menyelesaikan seluruh jenjangnya dengan predikat cumlaude.

Sebuah pencapaian yang lahir dari dedikasi tinggi, kerja keras, dan manajemen waktu yang luar biasa, karena ia menyeimbangkan kuliah, pekerjaan, dan bisnis dalam satu waktu.

Di tengah kesibukan akademik itu, ia memiliki hobi kecil yang ternyata menjadi pintu besar: mix & match OOTD, mengatur feed Instagram dengan sangat perfeksionis, serta merekam momen-momen kecil yang membuatnya bahagia.

Ia mempostingnya konsisten sejak 2015, murni karena ia menyukai prosesnya. Tanpa strategi khusus, tanpa target jadi konten kreator, tanpa berharap dilirik brand.

Hingga akhirnya, di penghujung 2024, semuanya berubah. Konsistensi yang ia tanam bertahun-tahun mulai terlihat hasilnya.

Brand mulai berdatangan karena melihat identitas kontennya yang kuat, gaya visual yang rapi, cara kerja profesional, serta integritas yang ia pegang.

Banyak brand tidak hanya mengajak kolaborasi, tetapi juga melakukan repeat partnership dan kontrak jangka panjang.

Bagi Amelya, itu bukan keberuntungan, melainkan bukti bahwa ketulusan dan konsistensi tidak pernah mengkhianati hasil.

Tips darinya sederhana namun relevan untuk siapa pun yang sedang membangun personal branding:

Kenali diri sendiri. Jangan malu menunjukkan hal yang kamu sukai, juga pahami audiensmu. Jaga integritas dalam setiap kerja sama.

Brand akan selalu menghargai profesionalitas,” ujarnya.

Niche yang ia jalani lifestyle, fashion, dan beauty, bukan sesuatu yang dibuat-buat.
Itu adalah bagian dari dirinya.

Ia suka mencoba outfit baru, membagikan aktivitas bersama orang-orang terdekatnya, hingga review jujur skincare atau makeup yang ia pakai.

Untuk tetap kreatif, ia mengandalkan kepekaan: mengamati tren terbaru, melihat detail kecil yang mungkin terlewat orang lain, lalu mengolahnya agar tetap sesuai gayanya sendiri.

Bagi Amelya, kreativitas bukan soal menjadi berbeda, tetapi menjadi versi paling otentik dari diri sendiri.

Di tengah perjalanan yang terus naik, Amelya menyimpan harapan yang sangat manusiawi.

Ia ingin dirinya, keluarganya, dan para pembaca selalu dalam kesehatan, perlindungan, dan kelancaran dalam setiap urusan.

Ia ingin terus berkembang, memperluas wawasan, dan menjadi pribadi yang semakin bermanfaat.

Ada tiga pegangan hidup yang menjadi kompas moral Amelya:

Lakukan kebaikan tanpa mengharap balasan manusia.

Ketulusan itu nyata, dan balasannya datang dari arah yang tidak terduga, termasuk dari Tuhan.

This too shall pass. Semua fase hidup baik atau buruk akan berlalu, jadi jalani dan hargai prosesnya.

Dan terakhir  adalah Inna ma’al usri yusra.”
Setelah kesulitan, selalu ada kemudahan. Selalu.

Dengan perjalanan yang kaya akan disiplin, ketulusan, pencapaian akademik, dan passion yang tumbuh secara natural, Amelya Larasati W adalah contoh nyata bahwa keaslian diri adalah strategi terbaik.

Dan bahwa konsistensi, tanpa disadari, selalu menuntun seseorang menuju pintu-pintu rezeki yang tak terduga.

 

 

Source image: amelya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *