Amandha Ayu, Hidup Hanya Sekali, Jadi Terus Berbuat Baik!

Nosel.id Jakarta- “Jakarta adalah rumah,” ujar Amandha dengan mata berbinar.

Ia adalah produk asli ibu kota dengan segala dinamika dan kecepatannya.

Namun, denyut nadi rumahnya ternyata berasal dari dua tempat lain yang sama kuatnya: darah Madura dari sang Ayah dan aliran budaya Lampung dari sang Bunda.

Setahun sekali atau dua kali, kami pulang ke Lampung. Itu momen yang selalu aku nantikan,” ceritanya.

Perjalanan itulah yang menjadi jembatan personalnya memahami bahwa “Indonesia” bukanlah konsep abstrak.

Ia adalah gabungan dari aroma rempah, cerita keluarga, dan keragaman yang nyata.

Jiwa seni Amandha telah terpupuk sejak dini.

Keluarga kami suka musik. Dari kecil, mendengar lagu dan menyanyi sudah jadi bagian dari hari-hari,” kenangnya.

Bakat menyanyinya tumbuh alami sebagai main hobby. Namun, ada satu hasrat lain yang menggelora: tari tradisional.

Ia pernah mendalami tari Jawa, merasakan setiap gestur dan filosofi di balik gerakannya.

Ketertarikannya yang mendalam pada hal-hal berbudaya inilah yang kemudian membawanya ke gerbang Abang None Jakarta.

Aku melihat ini sebagai kesempatan emas. Bukan sekadar ajang, tapi ruang belajar,” aku Amandha.

Ia datang dengan semangat ingin mencoba hal baru, salah satunya adalah tari Betawi yang belum pernah ia pelajari.

Ini tentang mengisi ruang kosong dalam pengetahuanku tentang budaya kota sendiri,” tambahnya.

Di sini, dua passion-nya seni suara dan seni gerak bertemu dalam satu tujuan: mendalami identitas.

Partisipasi dalam Abang None Jakarta Pusat menjadi titik balik yang signifikan.

Amandha mengaku mendapat lebih dari sekadar pelatihan public speaking atau personal branding.

Yang paling membekas justru keakraban dengan budaya Jakarta dan keluarga baru yang aku dapatkan,” ujarnya.

Proses ini mengajarkannya bahwa menjadi duta budaya adalah soal keterhubungan: bagaimana sebuah tari Betawi bisa bercerita.

Bagaimana berbicara di depan publik bisa menjadi sarana menyampaikan pesan budaya, dan bagaimana setiap peserta adalah cermin dari Indonesia mini yang saling menguatkan.

Melihat ke depan, harapan Amandha Ayu jernih dan penuh tekad. Ia ingin terus berkarya tanpa henti, mengembangkan setiap hobi bukan sebagai pelarian, tetapi sebagai jalan hidup.

Aku percaya, ketika kita melakukan apa yang kita cintai dengan sungguh-sungguh, itu akan menginspirasi orang di sekitar tanpa perlu banyak kata,” katanya.

Visinya adalah menjadi pribadi yang produktif dan positif, sebuah inspirasi yang bisa diakses melalui senyum, karya, dan komitmennya pada budaya.

Segala perjalanan ini diikat oleh sebuah filosofi sederhana nan mendalam yang ia pegang teguh:

“Hidup hanya sekali. Jadi terus berbuat baik, lakukan apa yang kita suka, dan jangan buang-buang waktu di hal yang merugikan kita.”

 

 

Source image: Amandha Ayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *