Alfisiyah Ivanka Devi, Lahir Dari Keluarga Sederhana Bukanlah Suatu Kekurangan!

Nosel.id Jakarta- Udara yang tenang, ritme hidup yang santai, dan keramahan warga yang tulus  itulah kenangan masa kecil Alfisiyah Ivanka Dewi, atau akrab disapa Kak Ivanka, tentang Kota Solo.

Di kota yang ia gambarkan sebagai tempat slow living sejati ini, Ivanka tumbuh dengan ketenangan yang jarang ditemui di kota besar.

Di Solo, hidupnya bener-bener tenang, jarang banget ada kemacetan,” kenangnya, menggambarkan atmosfer yang membentuk tahun-tahun awalnya.

Kenangan indah akan keramahan warga dan kesederhanaan hidup melekat kuat dalam benaknya.

Namun, dibalik keindahan masa kecil itu, tersimpan pula pengalaman pahit yang kelak menjadi pendorong utama perjalanan hidupnya.

Sebelum menjadi seorang wanita bisnis di industri kecantikan, Ivanka mengawali karir sebagai pramugari penerbangan internasional.

Profesi ini memberinya kesempatan langka untuk melihat dunia.

Kerja sekaligus traveling,” ujarnya tentang pengalamannya.

Saat awak pesan menginap di kota tujuan, ia memanfaatkan waktu untuk menjelajah.

Pengalaman terbang tinggi ini tidak hanya memperluas wawasannya tentang dunia, tetapi juga mengajarinya disiplin dan manajemen waktu yang ketat, keterampilan yang sangat berharga untuk langkahnya selanjutnya.

Namun, ada satu hal yang terus menghantuinya: warna kulitnya yang gelap. Kondisi ini bukan hanya sekadar perbedaan fisik, melainkan sumber luka mendalam.

Ia menjadi korban bullying di sekolah, sebuah pengalaman traumatis yang diperparah oleh latar belakang keluarganya yang sederhana.

Lahir dari keluarga yang sederhana yang mengutamakan pendidikan dan hal-hal penting,” jelasnya, sehingga perawatan kulit tidak terlalu diutamakan.

Perasaan tidak percaya diri dan luka akibat ejekan itu terus membekas.

Dari luka inilah, sebuah tekad yang kuat muncul. Setelah bekerja sebagai pramugari dan berhasil menabung, Ivanka memutuskan untuk menciptakan solusi.

Ia tidak hanya ingin mengubah penampilannya sendiri, tetapi juga ingin mencegah orang lain mengalami penderitaan yang sama.

Muncullah ide mendirikan bisnis kecantikan, khususnya menciptakan body lotion yang bagus dan terjangkau.

Pengen bikin body lotion,  biar orang-orang gak ngerasain menjadi korban bullying karna kulitnya gelap,” tuturnya dengan semangat.

Inilah misi inti dari perusahaannya  menawarkan produk perawatan kulit berkualitas tinggi dengan harga yang dapat dijangkau oleh banyak kalangan, terutama mereka yang mungkin merasa minder karena warna kulit mereka.

Ia ingin kecantikan menjadi sesuatu yang inklusif, bukan eksklusif.

Seperti layaknya perjalanan bisnis, perjalanan Kak Ivanka dengan brand kecantikannya penuh dengan suka dan duka. Di sisi positif, ia menikmati dinamika dunia usaha.

Suka-nya karna di dunia bisnis lebih bisa belajar dan dapat menambah ilmu,” ungkapnya, menekankan betapa bisnis menjadi ruang pembelajaran tiada henti tentang hal-hal baru.

Tantangan dan masalah yang muncul adalah guru yang berharga. Namun, dunia usaha juga keras.

Duka-nya, pasti naik turun,” akunya dengan jujur.

Persaingan ketat dari kompetitor adalah kenyataan yang harus dihadapi setiap hari.

Namun, keyakinannya teguh. Dengan fokus pada kualitas produk yang bagus dan terjangkau, ia yakin dapat terus mengembangkan brand-nya dan bertahan di tengah persaingan.

Keyakinan ini berakar pada misi sosial bisnisnya,  memberikan solusi nyata bagi masalah yang pernah ia alami sendiri.

Melangkah ke masa depan, harapan Kak Ivanka mencakup semua aspek kehidupannya.

Ia berdoa untuk keharmonisan keluarga, kesehatan bagi semua, karir yang tambah bagus, kelancaran ekonomi, dan segala sesuatu berjalan sesuai harapan.

Amin,” tambahnya, mencerminkan harapan yang tulus dan penuh penyerahan. Pengalaman hidupnya, dari anak perempuan Solo yang sederhana hingga pramugari yang menjelajah dunia, dan kini wanita pebisnis dengan misi mulia, memberinya perspektif berharga yang ingin ia bagikan.

Pesan Kak Ivanka untuk pembaca di seluruh Indonesia, khususnya bagi mereka yang mungkin berasal dari latar belakang serupa, sangatlah kuat dan menginspirasi:

“Lahir dari keluarga yang sederhana bukan lah suatu kekurangan karena dibalik kesederhanaan itu ada support yang begitu tinggi.

Jadi jika kamu lahir di keluarga tersebut, jangan pernah pendam mimpi mu.

Kejarlah dan capailah semua mimpi-mimpimu. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.”

 

 

Source image: Alfisiyah Ivanka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *