Nosel.id Jakarta-Aku lahir di Ciamis, Jawa Barat, dari keluarga pedagang sederhana.
Sejak kecil, aku tumbuh di tengah orang tua yang berjuang membangun usaha dari nol sejak mereka menikah.
Dari merekalah aku belajar arti kerja keras, ketahanan mental, dan keberanian menghadapi hidup apa adanya tanpa banyak mengeluh.
Keputusan besar pertama dalam hidupku datang saat aku masih duduk di bangku SMK.
Demi mengejar pendidikan musik, aku memilih merantau.
Jauh dari keluarga di usia muda mengajarkanku banyak hal: mengatur hidup sendiri, bertanggung jawab atas pilihan, dan belajar bertahan di situasi yang tidak selalu nyaman.
Menjadi anak rantau tidak pernah mudah. Saat kebanyakan orang pulang kerja memilih nongkrong atau beristirahat, aku justru menyiapkan dagangan.
Aku pernah dan masih menjalani berbagai usaha kecil, mulai dari berjualan daster, dessert box, baju preloved, hingga membangun toko di Shopee.
Semua kulakukan sambil bekerja, perlahan tapi konsisten.

Bahkan hingga hari ini, pilihanku sering terlihat “tidak masuk akal” bagi sebagian orang.
Saat yang lain memilih rebahan setelah lelah bekerja, aku masih menyempatkan diri ke gym dan mengatur pola makan di sela-sela kesibukan.
Bukan karena ingin terlihat hebat, tapi karena aku percaya: tubuh yang sehat adalah pondasi utama untuk tetap kuat menjalani hidup.
Sejak usia 18 tahun, aku sudah bekerja. Perjalanan karierku dimulai sebagai sales keliling menyusuri panasnya pantai Bali hingga hiruk pikuk kota Surabaya.
Dari sana aku belajar beradaptasi dengan cepat, memahami karakter manusia, dan mengenal realitas hidup sejak dini.
Seiring waktu, aku terus bertumbuh. Aku pernah mengemban peran sebagai HRD, finance, hingga personal assistant.
Posisi-posisi itu membentukku menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan terbiasa bekerja di bawah tekanan.
Tidak selalu mudah, tapi setiap proses meninggalkan pelajaran.
Di luar pekerjaan, aku konsisten membuat konten karena memang suka berbagi keseharian.
Mulai dari makanan, masak sendiri, OOTD, hingga rutinitas harian awalnya hanya sebatas story tanpa konsep besar.
Namun justru dari proses sederhana itu, aku menemukan jati diriku.
Dunia sport dan gym menjadi ruang yang paling merepresentasikan siapa aku hari ini.
Olahraga bukan sekadar tentang fisik, tapi tentang konsistensi, disiplin, dan menjaga kesehatan mental.
Bagiku, tubuh yang terawat adalah modal penting agar tetap produktif dan berpikir jernih dalam mengambil keputusan hidup.
Hidup mengajarkanku satu hal penting: tidak semua harus berjalan cepat. Yang terpenting adalah tetap berjalan dan bertumbuh dengan caraku sendiri.
Aku selalu berharap keluargaku diberi kesehatan dan kebersamaan.
Semoga tubuh dan mentalku tetap kuat dan terjaga.
Semoga aku dipertemukan dengan cinta yang sehat dan menenangkan.

Dan semoga lingkaran sosialku dipenuhi orang-orang tulus yang saling mendukung.
Pesanku sederhana:
Apa pun fase hidupmu hari ini, jangan berhenti berjalan.
Pelan tidak apa-apa, lelah juga wajar.Rawat tubuhmu, jaga hatimu, dan tetap jujur pada diri sendiri.
Setiap orang punya waktunya masing-masing.
Source image: Ais














