Nosel.id Jakarta- Saya tumbuh di lingkungan keluarga yang hangat dan sederhana.
Sejak kecil, hidup mengajarkan saya hal-hal yang mungkin terdengar sederhana, namun sangat membekas: arti ketulusan, kerja keras, dan rasa syukur.
Nilai-nilai itu tidak datang dari teori, melainkan dari keseharian, dari cara keluarga saling mendukung, berjuang bersama, dan tetap bersyukur dalam keadaan apa pun.
Ketertarikan saya pada dunia makeup bukanlah hal yang datang secara tiba-tiba.
Ia tumbuh perlahan, dari rasa suka yang kemudian berubah menjadi keseriusan.
Perjalanan karier sebagai Make Up Artist (MUA) saya mulai dari belajar secara mandiri, mencoba dan gagal, lalu memperdalam kemampuan lewat berbagai kursus dan pelatihan.
Tidak ada jalan instan yang ada adalah proses panjang yang menuntut konsistensi dan kesabaran.

Seiring waktu, kerja keras itu mulai menemukan jalannya. Dari satu klien ke klien lain, kepercayaan pun tumbuh.
Hingga akhirnya, saya tidak hanya dipercaya menangani berbagai klien, tetapi juga menjadi trainer, serta berkesempatan merias publik figur.
Semua pencapaian itu menjadi pengingat bahwa proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh tidak pernah sia-sia.
Bagian paling membahagiakan dari profesi ini adalah ketika melihat perubahan ekspresi seseorang setelah dirias bukan hanya soal tampilan, tetapi rasa percaya diri yang ikut tumbuh.
Bagi saya, makeup bukan sekadar mempercantik wajah, melainkan membantu seseorang merasa lebih yakin pada dirinya sendiri.
Namun di balik keindahannya, profesi ini juga memiliki tantangan. Menjadi MUA menuntut energi, fokus, dan komitmen yang besar.
Jam kerja yang panjang, tuntutan hasil yang maksimal, serta kesiapan fisik dan mental adalah bagian dari tanggung jawab yang harus dijalani dengan penuh dedikasi.
Ke depan, harapan saya sederhana namun bermakna: diberikan kesehatan, memiliki keluarga yang harmonis, karier yang terus bertumbuh, dan yang terpenting, mampu membawa manfaat bagi orang-orang di sekitar.

Saya percaya, kesuksesan sejati bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi tentang sejauh mana kehadiran kita bisa berdampak positif bagi orang lain.
Sebagai prinsip hidup, saya selalu mengingatkan diri sendiri:
“Percaya pada prosesmu. Tidak semua hasil datang cepat, tapi semua usaha yang tulus selalu menemukan jalannya.”
Karena pada akhirnya, ketekunan, kejujuran, dan kesabaran akan selalu membawa kita ke tempat yang tepat pada waktunya.
Source image: Agnes












