Nosel.id Jakarta- Abigail lahir dan besar di Jakarta, kota yang tak pernah benar-benar tidur.
Sejak kecil, ia terbiasa melihat hiruk-pikuk kehidupan, orang-orang yang berlari mengejar waktu, mimpi, dan masa depan.
Di tengah dinamika itu, Abigail tumbuh sebagai pribadi yang menyimpan satu impian sederhana namun berani: menjadi seorang model.
Ia sadar betul bahwa dirinya bukan berasal dari dunia modeling, tidak punya jalur instan atau sorotan sejak awal.
Namun mimpi itu selalu hidup, disimpan rapi sejak kecil, menjadi pengingat bahwa setiap orang berhak punya harapan, meski belum tahu kapan dan bagaimana ia akan terwujud.
Hari ini, Abigail berada di fase kehidupan yang tidak mudah.
Ia sedang sibuk mencari pekerjaan, fase yang sering kali sunyi, penuh penantian, dan menguji kesabaran.
Ada hari-hari ketika harapan terasa dekat, ada pula saat-saat ketika rasa ragu datang tanpa diundang.
Namun di balik semua itu, ia memilih untuk tetap berdiri, tidak menyerah pada keadaan.

Bagi Abigail, hidup bukan hanya tentang pekerjaan atau pencapaian materi.
Ia memandang kehidupan secara utuh pekerjaan, keuangan, percintaan, dan perjalanan hidup, semuanya ia titipkan kepada Tuhan.
Ada satu kalimat yang selalu ia pegang dan ucapkan dengan keyakinan penuh:
“Dari pekerjaan, kehidupan, keuangan, percintaan benar-benar semuanya aku serahin ke Tuhan.
Karena aku yakin Tuhan akan ngasih yang terbaik buat anak-anak-Nya, asal kita doa, yakin, dan percaya.”
Prinsip itulah yang membuat Abigail tetap tenang di tengah ketidakpastian.
Ia percaya bahwa setiap proses punya waktunya sendiri, dan tidak ada doa yang benar-benar sia-sia.
Menatap tahun 2026, harapan Abigail terdengar sederhana namun penuh makna.
Ia ingin diberi kesehatan, mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan apa yang ia inginkan, dan suatu hari nanti menjadi pribadi yang sukses secara finansial.
Bukan semata demi dirinya sendiri, tetapi agar ia bisa membanggakan orang tua, orang-orang yang menjadi alasan terbesarnya untuk terus berjuang.
Kisah Abigail adalah potret banyak anak muda hari ini: belum sampai tujuan, masih mencari arah, namun memilih untuk tetap percaya.

Percaya bahwa selama langkah tidak berhenti, doa terus dipanjatkan, dan hati tetap berserah, Tuhan selalu punya rencana yang lebih baik dari yang bisa dibayangkan manusia.
Karena terkadang, keberhasilan bukan tentang seberapa cepat kita sampai, melainkan seberapa kuat kita bertahan dan seberapa tulus kita percaya dalam perjalanan.
Source image: Abigail












