Nosel.id Jakarta- Aulia Qisthi adalah sosok perempuan yang tumbuh dengan kehidupan sederhana khas anak kota lahir di Jakarta, kini menetap di Tangerang.
Masa kecilnya diisi dengan hal-hal yang begitu dekat dengan banyak orang: sekolah, bermain, dan menikmati waktu bersama keluarga.
Namun, seiring berjalannya waktu, Aulia menemukan bahwa hidup bukan hanya tentang menjalani rutinitas, tetapi juga tentang memberi makna pada setiap peran yang dijalani.
Hari ini, Aulia adalah seorang ibu rumah tangga yang memilih untuk tetap aktif dan produktif dengan caranya sendiri.
Ia menyebut dirinya “mempekerjakan diri sendiri”, sebuah ungkapan sederhana namun penuh makna.
Bagi Aulia, selama masih hidup dan memiliki waktu, setiap orang berhak melakukan hal-hal yang mereka cintai.
Dari kecintaannya berbagi, Aulia mulai aktif di dunia digital. Ia menjadi MC, moderator, sekaligus content creator, sebuah ruang di mana ia merasa benar-benar menjadi dirinya sendiri.
“The stage is my playground,” ujarnya. Baginya, panggung bukan sekadar tempat tampil, tetapi ruang untuk berekspresi dan memberi energi positif.
Kecintaannya pada berbagi inilah yang kemudian melahirkan Power Mom, sebuah komunitas yang berangkat dari kegelisahannya sebagai perempuan dan ibu.
Ia melihat banyak perempuan yang lupa menghargai diri sendiri di tengah berbagai peran yang dijalani.
Dari sana, Aulia ingin menciptakan ruang aman bagi para ibu untuk bertumbuh, belajar, dan berdaya, terutama dalam dunia digital yang kini semakin terbuka luas.

Namun, perjalanan ini tidak selalu mudah. Tantangan terbesar bagi Aulia adalah mengelola waktu bagaimana tetap berkarya tanpa melupakan perannya sebagai ibu.
“Berat sekali, tapi bukan berarti tidak bisa,” katanya jujur. Kalimat ini menjadi cerminan bahwa keseimbangan bukanlah sesuatu yang instan, melainkan proses yang terus diupayakan.
Dalam perjalanannya sebagai content creator dan penggerak komunitas, Aulia merasakan banyak suka dan duka.
Sisi menyenangkannya adalah kebebasan untuk menjadi diri sendiri, bertemu banyak orang, serta melihat bagaimana komunitas yang ia bangun mampu memberi solusi nyata bagi anggotanya.
Namun di sisi lain, ada tuntutan fisik dan mental yang tidak ringan mulai dari menjaga kondisi tubuh hingga menghadapi beragam karakter manusia dalam komunitas.
Meski begitu, Aulia percaya bahwa kreativitas bisa terus tumbuh jika kita mau membuka diri.
Ia memiliki kebiasaan sederhana namun konsisten: mencoba hal baru, bertemu orang baru setiap bulan, dan melakukan “cross activity”, mengembangkan diri di berbagai bidang.
Menurutnya, kreativitas tidak selalu hadir setiap saat, dan itu tidak apa-apa. “Kalau lagi lelah, ya tidur,” katanya ringan, namun penuh makna tentang pentingnya mengenal batas diri.
Bagi Aulia, perjalanan ini bukan sekadar tentang pencapaian pribadi, tetapi tentang dampak yang bisa diberikan.
Ia berharap setiap langkah kecil yang dilakukan dapat membawa kebaikan dan keberkahan. “Kalau caranya benar, mudah-mudahan hasilnya juga besar,” ujarnya.
Di akhir ceritanya, Aulia menyampaikan pesan sederhana namun kuat, terutama bagi para perempuan dan ibu:

“Love yourself, karena tidak ada yang benar-benar bisa menyayangi dirimu sepenuhnya selain dirimu sendiri.
Untuk para Moms, investasikan waktu untuk diri sendiri, rawat diri, terus belajar, nikmati hidup, dan berbahagialah.”
Sebuah pengingat bahwa di tengah segala peran yang dijalani, perempuan tetap berhak untuk tumbuh, bersinar, dan bahagia dengan caranya sendiri.
Source image: aulia






