Nosel.id Jakarta- Bandung bukan hanya sekadar tempat lahir bagi Faz, tetapi juga bagian dari identitas yang melekat dalam dirinya.
Tumbuh di kawasan Lembang yang sejuk, ia memiliki kenangan masa kecil yang tak biasa, sebagian besar waktunya justru dihabiskan di Jayapura, Papua. Di sana, alam bukan hanya latar, tetapi juga guru kehidupan.
Lingkungan yang hangat, penuh kebersamaan, dan sederhana membentuk cara pandangnya hingga hari ini. Faz belajar sejak dini bahwa hidup tidak selalu tentang kecepatan, melainkan tentang bagaimana menghargai setiap proses.
Nilai kekeluargaan dan kesederhanaan itulah yang menjadi fondasi kuat dalam setiap langkahnya, membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang lebih mindful dalam menjalani kehidupan.
Kini, Faz menjalani karier di salah satu perusahaan BUMN. Di tengah kesibukan profesionalnya, ia juga mulai merintis bisnis kecil sebagai bentuk eksplorasi diri dan kemandirian. Namun, di balik rutinitas tersebut, ada satu aktivitas yang diam-diam menjadi ruang pulang baginya: berlari.
Awalnya, lari hanyalah cara sederhana untuk “healing”, melepas penat, menjaga kesehatan, dan mencari jeda dari hiruk-pikuk aktivitas. Namun, tanpa disadari, kebiasaan itu berkembang menjadi bagian dari gaya hidupnya.
Dari langkah kecil yang penuh ragu, kini lari telah menjadi simbol ketahanan, fokus, dan kekuatan mental.
“Lari itu bikin aku merasa hidup,” ungkap Faz. Bukan sekadar olahraga, tetapi perjalanan untuk mengenal diri sendiri lebih dalam.
Melalui berbagai event lari yang telah diikutinya, Faz menemukan lebih dari sekadar garis finish.
Ia menemukan komunitas, energi positif, dan pengalaman yang memperkaya perspektif hidupnya. Setiap event membawa cerita, setiap kilometer menyimpan pelajaran.
Meski tidak selalu mudah: rasa lelah, cedera ringan, hingga tantangan menjaga konsistensi saat semangat menurun ia tetap melangkah.

Rutinitas latihannya pun disesuaikan dengan kesibukan. Sore hari sepulang kerja atau pagi saat akhir pekan menjadi waktu yang ia manfaatkan. Bagi Faz, kunci utamanya bukan pada seberapa keras ia berlari, tetapi seberapa konsisten ia menjaga langkahnya.
Di balik semua itu, Faz menyimpan harapan yang sederhana namun bermakna. Ia ingin terus berkembang tidak hanya dalam karier dan ekonomi, tetapi juga sebagai pribadi.
Ia mendoakan kesehatan dan kebahagiaan bagi keluarganya, serta kekuatan untuk tetap berjalan di jalur yang ia pilih.
Lebih dari itu, ia ingin kehadirannya membawa dampak positif, sekecil apa pun, bagi orang lain.
Melalui kisahnya, Faz menyampaikan pesan yang relevan bagi siapa saja yang sedang berproses dalam hidup:

“Tidak harus cepat, yang penting konsisten tetap bergerak. Kamu punya waktu dan jalanmu sendiri.”
Sebuah pengingat sederhana, namun sering kali terlupakan bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten, pada akhirnya akan membawa kita lebih dekat pada tujuan.
Source image: faz






