Safa Ricci Amanda, Me And ‘Oke, Aman Aja’ Against the World.

Nosel.id Jakarta- Berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat, Safa Ricci Amanda tumbuh di kota yang kaya akan rasa dan cerita.

Baginya, Pontianak bukan sekadar tempat lahir, tetapi ruang penuh kenangan yang membentuk dirinya hari ini.

Ia masih mengingat betul bagaimana hangatnya masa kecil yang diisi dengan pengalaman bersekolah di lingkungan internasional, sebuah fase yang mempertemukannya dengan teman-teman dari berbagai negara, termasuk Korea, dan membuka cara pandangnya terhadap dunia sejak usia dini.

Di sela kenangan itu, ada pula hal-hal sederhana yang selalu ia rindukan: cita rasa khas Pontianak seperti kwetiau abu, chaikue, hingga bubur ikan yang begitu melekat di hati.

Memilih untuk tidak banyak mengekspos kehidupan pribadi keluarga, Safa lebih ingin dikenal dari proses dan perjuangannya sendiri.

Safa percaya bahwa setiap langkah yang ia tempuh hari ini adalah hasil dari kerja keras dan pilihan yang ia jalani dengan penuh kesadaran.

Saat ini, Safa tengah berada di fase hidup yang dinamis. Kesibukannya terbilang padat, menjalani pekerjaan sekaligus menyelesaikan pendidikan S2 yang sudah di ambang kelulusan.

Di dunia profesional, ia menemukan passion-nya di balik layar, terlibat sebagai bagian dari tim event.

Bagi Safa, bekerja di belakang layar bukan berarti berada di posisi yang kurang terlihat, justru di sanalah ia merasa hidup, mengatur detail, memastikan setiap momen berjalan sempurna, dan menjadi bagian dari terciptanya pengalaman yang berkesan bagi banyak orang.

Mengatur waktu menjadi kunci utama dalam kesehariannya. Hari Senin hingga Jumat ia dedikasikan untuk bekerja dan kuliah, sementara akhir pekan diisi dengan aktivitas event yang menjadi ruang eksplorasi sekaligus hobinya.

Ritme yang padat ini tidak membuatnya mundur, justru menjadi tantangan yang ia nikmati sebagai bagian dari proses menuju versi terbaik dirinya.

Memasuki fase baru dalam hidup, Safa membawa harapan untuk terus bertumbuh—menjadi pribadi yang lebih baik, sekaligus berani mewujudkan hal-hal yang sebelumnya belum sempat ia capai di tahun lalu.

Ia percaya bahwa setiap perjalanan memiliki waktunya sendiri, dan setiap usaha tidak akan pernah sia-sia.

Dengan gaya yang sederhana namun penuh makna, Safa menyampaikan pesannya:
Me and ‘oke, aman aja’ against the world.”

Sebuah kalimat yang terdengar santai, namun menyimpan kekuatan tentang ketenangan dalam menghadapi dunia, tentang keyakinan bahwa selama kita merasa “aman” dengan diri sendiri, kita mampu melewati apa pun yang ada di depan.

Kisah Safa Ricci Amanda adalah cerminan perempuan muda yang terus bergerak, belajar, dan berproses tanpa kehilangan jati diri.

Bahwa di tengah kesibukan dan tuntutan hidup, selalu ada ruang untuk bertumbuh dengan cara yang sederhana, namun bermakna.

 

Source image: safa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *