Meisitha Ulva Hamdi: Tentang Perjuangan, Ketulusan, dan Jalan Hidup yang Dipilih dengan Hati

Nosel.id Jakarta- Berasal dari Kota Sibolga, Sumatera Utara, sebuah kota kecil yang ramai dengan keberagaman budaya Meisitha Ulva tumbuh dalam perpaduan identitas yang kaya.

Berdarah Minang dan dibesarkan di tanah Batak, ia menikmati lingkungan yang hangat, ramah, dan penuh keceriaan. Bagi Meisitha, Sibolga bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga ruang yang membentuk kepribadiannya terbuka, kuat, dan penuh rasa syukur.

Keindahan alam seperti Pulau Mursala dan Kalimantung pun menjadi bagian dari kenangan yang memperkaya perjalanan hidupnya.

Sejak kecil, Meisitha sebenarnya memiliki mimpi sederhana: menjadi seorang pengajar, berbagi ilmu, dan memberi manfaat bagi orang lain.

Namun, jalan hidup membawanya ke arah yang berbeda. Atas saran sang ayah, ia memilih jurusan ekonomi saat melanjutkan pendidikan.

Sebuah keputusan yang awalnya bukan pilihan hati, tetapi kemudian justru membuka banyak pintu kesempatan.

Di penghujung masa kuliah, Meisitha berhasil lolos program magang bersertifikat FHCI di Bank Negara Indonesia Wilayah Padang. Dari sinilah perjalanan kariernya di dunia perbankan dimulai.

Dengan kerja keras dan dedikasi tinggi, ia menorehkan berbagai prestasi membanggakan, Wisudawan Terbaik Universitas, Wisudawan Terbaik Jurusan, Lulusan Berprestasi, hingga Bintang Aktivis.

Namun, di balik kebahagiaan itu, terselip rasa haru yang mendalam. Sosok ayah yang selama ini menjadi alasan dan semangatnya, tidak lagi hadir di momen penting tersebut.

Kehilangan itu menjadi titik emosional dalam hidupnya, tetapi juga menjadi sumber kekuatan untuk terus melangkah.

Selama masa kuliah yang berlangsung secara daring, Meisitha menjalani peran yang jauh lebih besar dari sekadar mahasiswa.

Ia menjadi pendamping setia sang ayah yang tengah sakit, merawat dan membawanya berobat ke berbagai tempatnhanya berdua.

Di tengah situasi tersebut, ia tetap menjalani kuliah dengan penuh tanggung jawab, bahkan hingga harus membawa laptop ke rumah sakit demi menyelesaikan kewajibannya.

Perjuangan itu berlangsung dari tahun 2020 hingga 2022, hingga akhirnya sang ayah berpulang. Sebuah fase kehidupan yang mengajarkannya tentang kesabaran, ketulusan, dan arti pengorbanan yang sesungguhnya.

Setelah menyelesaikan studinya, Meisitha sempat merantau dan bekerja di Gresik, Jawa Timur selama lebih dari dua tahun. Awalnya hanya berniat berlibur ke Jawa, namun takdir membawanya pada kesempatan karier di dunia perbankan.

Di sana, ia menjalani peran sebagai staf administrasi, mengelola data, bekerja di balik layar, dan sesekali dipercaya untuk membuat konten kreatif.

Lingkungan kerja yang suportif menjadi salah satu hal yang ia syukuri selama berkarier.

Namun, di titik tertentu, Meisitha dihadapkan pada pilihan besar dalam hidupnya. Ia memutuskan untuk kembali ke Sibolga dan meninggalkan pekerjaannya di bank.

Bukan tanpa alasan ia ingin lebih dekat dan merawat ibunya, satu-satunya orang tua yang kini ia miliki.

Keputusan itu mungkin tidak mudah bagi sebagian orang. Namun bagi Meisitha, memuliakan orang tua adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

Ia percaya bahwa setiap langkah yang diambil dengan niat tulus akan selalu menemukan jalannya.

Dan benar saja, tanpa diduga, ia mendapatkan kesempatan baru sebagai Staff Akuntan di kampung halamannya.

Sebuah bukti bahwa rezeki selalu datang dengan cara yang tidak terduga, terutama ketika kita mendahulukan hal-hal yang bernilai dalam hidup.

Di usianya yang kini menginjak 25 tahun, Meisitha memiliki harapan sederhana: menjadi pribadi yang lebih baik, sehat, dan mampu memberi manfaat bagi keluarga serta orang-orang di sekitarnya.

Ia menemukan kebahagiaan dalam melihat orang lain bahagia, sebuah ketulusan yang menjadi kekuatan dalam dirinya.

Melalui perjalanan hidupnya, Meisitha ingin berbagi satu pesan yang ia yakini sepenuh hati:

Kalau kamu ingin hidup lapang dan urusan dipermudah, jangan mulai dari dunia… mulailah dari memuliakan orang tua. Karena dari orang tua, Tuhan bukakan banyak pintu.”

Kisah Meisitha Ulva adalah pengingat bahwa kesuksesan bukan hanya tentang karier atau pencapaian, tetapi juga tentang keberanian memilih jalan yang benarnjalan yang dilandasi oleh cinta, bakti, dan ketulusan.

 

 

Source image: ulva

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *