Yaya, Jadi Versi Terbaik Diri Sendiri untukMenghormati Perjuangan Diri yang Pernah Hampir Menyerah.

Nosel.id Jakarta- Namaku Yaya, saya lahir dan besar di Palembang. Namun, masa kecil saya bukanlah cerita yang penuh tawa.

Saya tumbuh dalam lingkungan yang menanamkan pemikiran bahwa perempuan berada di bawah laki-laki, ditambah kondisi keluarga yang broken home.

Sejak kecil, saya belajar memahami luka lebih cepat daripada kebahagiaan.

Tapi hidup selalu memberi pilihan: tenggelam dalam masa lalu, atau berdiri dan berjalan meski dengan langkah yang gemetar. Saya memilih berjalan.

Hari ini, saya bekerja sebagai sales di konter mobil.

Pekerjaan ini mempertemukan saya dengan banyak orang, banyak karakter, dan banyak cerita hidup.

Dari sana saya belajar satu hal penting: setiap orang membawa bebannya masing-masing, hanya caranya yang berbeda-beda.

Soal suka dan duka dalam pekerjaan, bagi saya semuanya adalah proses.

Penghasilannya cukup untuk bertahan dan bermimpi, sementara capeknya adalah bagian yang tak terpisahkan. Tidak ada pekerjaan yang tidak melelahkan.

Semua butuh tenaga, pikiran, dan kesabaran. Maka, pilihan satu-satunya adalah tetap semangat dan jujur pada diri sendiri.

Harapan dan doa saya sederhana, tapi bermakna: semoga saya selalu bisa berbagi kebahagiaan, berbagi rezeki, dan menjadi bahu tempat orang lain bersandar.

Karena saya tahu rasanya berjalan sendirian tanpa tempat mengadu.

Saya percaya, hidup tidak menunggu kita siap. Waktu akan terus berjalan, dengan atau tanpa kita.

Maka jangan terlalu lama terjebak dalam masalah. Luka boleh ada, tapi jangan sampai menghentikan langkah.

Jadilah versi terbaik dari diri sendiri, bukan untuk membuktikan apa pun pada dunia, tapi untuk menghormati perjuangan diri yang pernah hampir menyerah.

Teruslah hidup. Teruslah tumbuh. Karena dari luka yang dalam, sering kali lahir hati yang paling kuat.

 

 

Source image: yaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *