Nosel.id Jakarta- Lahir di Palembang dan dibesarkan di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Wikariana yang disapa Riana ini memiliki ikatan yang sangat kuat dengan kota yang dikenal sebagai Kota Seribu Senyum.
Baginya, Pangkal Pinang bukan sekadar tempat tinggal, tetapi rumah yang dipenuhi kenangan, kehangatan, serta masyarakat yang ramah dan menjunjung tinggi nilai budaya.
Di kota kecil itulah jiwa dan hatinya tumbuh, hingga membuatnya mencintai setiap sudut dan orang-orang yang ada di dalamnya.
Dalam kesehariannya, Riana menjalankan banyak peran sekaligus. Ia adalah seorang Polwan, seorang istri anggota Polri sekaligus Ibu Bhayangkari, dan seorang ibu bagi anak-anaknya.
Baginya, semua peran tersebut bukanlah beban, melainkan amanah yang dijalani dengan penuh rasa syukur.
Ia percaya, selama dilakukan dengan tulus, semuanya akan mengalir dengan indah.

Menurut Riana, kunci menikmati hidup adalah tetap fokus pada kehidupan sendiri, memperbanyak kebaikan kepada sesama, serta selalu mendekatkan diri kepada Tuhan dan keluarga. Dari sanalah ketenangan dan keharmonisan berasal.
Harapan terbesarnya pun sederhana. Ia ingin menjadi pribadi yang membawa energi positif bagi orang-orang di sekitarnya.
Dalam setiap doa, ia memohon agar keluarganya diberikan umur panjang dan kesehatan sehingga masih bisa menikmati kebersamaan.
Sementara untuk karier dan rezeki, ia hanya berharap selalu dicukupkan agar dapat membahagiakan keluarga dan membantu mereka yang membutuhkan.
Di akhir perbincangan, Riana membagikan pesan yang menjadi prinsip hidupnya.

“Hidup ini adalah tentang peran, tergantung peran apa yang kita pilih.
Kita tidak bisa mengontrol orang lain, tetapi kita bisa mengontrol diri sendiri untuk tidak berbuat jahat.
Selama hidup, lakukanlah kebaikan, karena hanya kebaikan yang tidak akan pernah mengkhianati dan akan selalu dikenang hingga akhir usia.”
Bagi Wikariana, hidup yang bermakna bukan diukur dari seberapa tinggi jabatan atau banyaknya pencapaian, melainkan dari seberapa besar kebaikan yang dapat ditinggalkan bagi sesama.
Source image: Wikariana






