Nosel.id Jakarta- Di balik hiruk-pikuk Kota Semarang yang hangat dan penuh kenangan, ada sosok perempuan yang memilih menjalani hidup dengan keseimbangan, ketulusan, dan rasa syukur.
Semarang baginya bukan sekadar tanah kelahiran; itu adalah ruang perjalanan hidup yang menyimpan suka, duka, dan cinta yang kini terus bertumbuh bersama suami, anak, dan keluarga yang selalu menjadi rumah tempatnya kembali.
Dalam kesehariannya, Vinda meniti jalan sebagai trader, profesi yang menuntut ketenangan berpikir dan ketegasan mengambil keputusan.
Namun hidupnya tak berhenti di depan layar grafik.
Ia juga turun membantu usaha warmindo milik sang suami, sebuah usaha kecil, namun penuh cerita dan interaksi manusia yang membuat hari-harinya lebih berwarna.

Sesekali ia menerima tawaran endorse, bukan semata mencari eksposur, tetapi sebagai kesempatan menghabiskan waktu bersama keluarga sambil menikmati langkah-langkah kecil yang membuat hidup terasa lebih luas.
Semua itu dijalaninya tanpa beban. “Lebih banyak sukanya,” ujarnya.
Bukan karena perjalanan ini selalu mulus, tetapi karena ia memilih hidup dengan cara yang tetap jujur pada diri sendiri.
Tetap bersyukur, tetap berusaha balance, tetap hadir sepenuhnya untuk orang-orang yang dititipkan Tuhan kepadanya.
Doanya sederhana namun dalam: sehat, agar bisa terus berkumpul dengan keluarga yang menjadi pusat semestanya.
Harapannya pun tak jauh: menjalani dan memberikan versi terbaik dirinya untuk setiap amanah dan kepercayaan yang datang. Hidup yang tenang, mengalir, namun tetap penuh makna.

Dan bila boleh memberi pesan untuk siapa pun yang sedang berjuang menemukan ritme hidupnya, Vinda menyampaikan satu kalimat yang menjadi pegangan pribadinya:
“Tetap nyalakan api kehidupan kita sendiri, tanpa meredamkan api orang lain.”
Sebuah pesan yang lembut namun kuat, bahwa setiap orang punya cahayanya masing-masing, dan dunia akan jauh lebih indah bila kita memilih untuk sama-sama bersinar.
Source image: vinda








