Via Utlatunnissa: Berawal dari FOMO Lari, Kini Jadikan Olahraga sebagai Investasi Kesehatan di Usia 40 Tahun

Nosel.id Jakarta- Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi kota yang menyimpan berjuta cerita bagi Via Utlatunnissa. Lahir dan berasal dari kota tersebut, Via mengenang Tasikmalaya sebagai kota kecil dengan suasana yang syahdu, udara sejuk, serta kehangatan keluarga yang selalu dirindukan.

Ada satu hal yang juga begitu melekat dengan Tasikmalaya di mata Via: kulinernya. Terutama bakso yang begitu mudah ditemukan di berbagai sudut kota.

Saya asli Tasikmalaya, Jawa Barat. Kota kecil berjuta cerita. Tasik terkenal dengan kuliner baksonya. Ada kurang lebih 400 kios bakso dan semuanya enak-enak,” cerita Via.

Cuaca Tasikmalaya yang cenderung sejuk dan dingin turut menciptakan suasana tersendiri dalam kenangan Via. Baginya, kesejukan kota tersebut justru membuat kebersamaan keluarga terasa semakin hangat.

Cuaca Tasik yang syahdu dan dingin menjadikan keluarga kami di sana hangat dalam menjalin kebersamaan,” ungkapnya.

 

Ibu Rumah Tangga dengan Kecintaan pada Fashion

Dengan rendah hati, Via menyebut dirinya sebagai seorang ibu rumah tangga biasa. Namun, di balik kesehariannya bersama keluarga, ia memiliki ketertarikan besar terhadap dunia fashion.

Dahulu, Via cukup aktif mengikuti fashion show dan menjalani berbagai sesi pemotretan untuk produk-produk busana muslim.

Saya ibu rumah tangga biasa yang punya hobi di bidang fashion. Dulu saya suka fashion show dan photoshoot produk-produk baju muslim,” kenangnya.

Fashion memberikan ruang bagi Via untuk mengekspresikan dirinya. Meski demikian, dalam tiga tahun terakhir, ada aktivitas lain yang semakin sering mengisi kesehariannya: olahraga lari.

 

Awalnya FOMO, Malah Keterusan Lari

Via tidak menutupi bahwa awal mula dirinya mencoba olahraga lari sebenarnya karena fear of missing out atau FOMO.

Namun, siapa sangka, rasa penasaran tersebut justru membuatnya terus berlari hingga tiga tahun terakhir.

Awal lari saya FOMO, tapi keterusan,” ujarnya sambil bercanda.

Bagi Via, tidak selalu ada yang salah dengan mengikuti sebuah tren selama hal tersebut membawa dampak positif.

Enggak apa-apa FOMO lari. Toh hasilnya sehat dan fisik kita makin oke,” katanya.

Memasuki usia 40 tahun, Via melihat olahraga sebagai bentuk investasi kesehatan. Menjaga tubuh tetap aktif menjadi salah satu cara yang ia pilih agar dapat menjalani berbagai aktivitas dengan kondisi fisik yang lebih baik.

Ini investasi kesehatan untuk usia 40 tahun,” tuturnya.

 

Si ‘Atlet Komplek’ yang Gemar Berbagai Olahraga

Ternyata, lari bukan satu-satunya olahraga yang disukai Via. Ia juga rutin menikmati berbagai aktivitas fisik lainnya.

Mulai dari gym, badminton, pickleball, hingga voli menjadi olahraga yang menarik baginya.

Dengan karakter cerianya, Via bahkan menyebut dirinya sebagai “atlet komplek ala-ala.”

“Saya hobi olahraga selain lari itu gym, badminton, pickleball, dan voli. Atlet komplek ala-ala,” candanya.

Meski terdengar sederhana, kecintaan terhadap olahraga membuat Via dapat menjaga tubuh tetap aktif. Baginya, bergerak dan berolahraga bukan hanya tentang penampilan fisik, tetapi juga bagian dari usaha menjaga kesehatan untuk masa depan.

Keluarga Tetap Menjadi Prioritas Utama

 

Di tengah kecintaannya terhadap olahraga, Via memiliki prinsip yang tegas. Menurutnya, olahraga memang penting, tetapi bukan prioritas utama dalam kehidupan.

Ia melihat ada sebagian orang yang terlalu larut dalam aktivitas olahraga hingga tanpa sadar mengabaikan keluarga dan kewajiban lainnya.

Olahraga itu penting, tapi bukan prioritas utama,” tegas Via.

Sebagai seorang ibu dan istri, ia mengingatkan bahwa anak dan suami tetap membutuhkan perhatian. Lebih dari itu, ibadah juga menjadi bagian yang tidak boleh dilupakan.

Karena banyak penggiat olahraga mengabaikan anak, suami, dan terutama ibadah,” pesannya.

Bagi Via, kesehatan seharusnya berjalan beriringan dengan keseimbangan hidup. Menjadi aktif dan sehat tetap perlu ditempatkan secara proporsional tanpa melupakan orang-orang terdekat dan nilai spiritual.

 

Doa untuk Keluarga dan Indonesia

Harapan terbesar Via tertuju kepada keluarganya. Ia berdoa agar keluarganya senantiasa berada dalam perlindungan Allah, mendapatkan keberkahan, serta diberikan kesehatan yang sempurna.

Semoga keluarga saya Allah berikan keberkahan, Allah lindungi, dan Allah berikan kesehatan sempurna. Serta cita-cita anak-anak saya tercapai,” harapnya.

Via juga menyimpan sebuah doa untuk Indonesia.

Semoga Allah pulihkan Indonesia yang sedang sakit,” tuturnya.

Sebuah harapan sederhana namun penuh makna agar keadaan bangsa dapat menjadi semakin baik dan masyarakatnya mampu menjalani kehidupan dengan lebih sejahtera.

 

Bahagia Itu Kita yang Ciptakan

Via percaya bahwa kebahagiaan tidak selalu harus menunggu datang dari orang lain atau keadaan yang sempurna. Setiap orang memiliki kesempatan untuk menciptakan kebahagiaannya sendiri.

Bahagia itu kita yang ciptakan,” katanya.

Baginya, kehidupan adalah rangkaian cerita. Karena itu, selagi memiliki kesempatan, seseorang perlu mengisi perjalanannya dengan berbagai kenangan dan hal-hal baik.

Ukirlah cerita indah, karena dunia memang sebuah cerita,” pungkas Via Utlatunnissa.

 

 

Source image: Via Utlatunnissa