Tjok Gde, Kakak Ipar Happy Salma Sang Pakar Homeopath

Nosel Bali- Ia jarang tampil di media. Sosok lembut hati, murah senyum dan ramah ini bernama lengkap Tjokorda Gde Mahatma Putra Kerthyasa,  ia adalah anak pertama, kedua adiknya bernama Tjokorda Bagus Dwi Santana kerthaysa, dan Tkokorda Shri Maya Kerthaysa. Terlahir dari pasangan  Tjokorda Raka Kerthayasa atau Cok Ibah dan Jero Asri Kerthayasa. Beliau adalah seorang homeopath atau ahli dalam pengobatan herbal dimana pusat pengobatannya ada di Ubud Bali.

Tjok Gde sapaan akrab darinya ini  memiliki ketertarikan pada dunia herbal sejak bertahun-tahun lalu, saat ia masih mengurusi usaha perhotelan milik keluarganya, juga sempat beberapa tahun bekerja di bidang kesehatan dan homeopati di Australia setelah menyelesaikan pendidikannya di sana.

Sedang homeopath diawalnya ialah sebuah sistem pengobatan semu yang diciptakan oleh Samuel Hannemaann diabad 18an. Teori dasarnya adalah bahwa orang sakit dapat disembuhkan menggunakan efek pantulan substansi yang menghasilkan gejala sakit pada orang sehat.

Lalu ia mulai mengubah makanannya menjadi organik, bahkan tertarik pada segala perkebunan organik. Tjok Gde pun mendalami wawasan mengenai jamu. “Kebetulan saya dari keturunan penyembuh, ya kasarnya dukun, tabib lah. Tapi kalau di Bali kita bilang Balian, dari kakek, eyang, buyut. Mungkin di dalam darah sudah ada panggilan. Hidup saya kemudian mengarahkan saya.” tukas Tjok Gde.

Setelah mendalami berbagai macam jenis kesehatan alami, Tjok Gde memutuskan untuk mengambil kuliah di Australia untuk mendalami naturopathy dan homeopathy.

Naturopathy merupakan sistem pengobatan dengan pendekatan holistik yang biasanya menggunakan modalitas nutrisi, olahraga, dan pengobatan herbal. Sementara homeopathy adalah sistem pengobatan alami dengan menggunakan unsur-unsur alam untuk menyeimbangkan kesehatan tubuh.

“Kita, dalam pusat penyembuhannya saya ini  menggunakan dosis yang sangat kecil untuk memicu tubuh itu menyembuhkan dirinya sendiri. Jadi sangat sinergis dengan herbal juga,” imbuh Tjok Gde.

Tjok Gde telah membuka praktik di Australia sejak 13an tahun lalu dan di Bali sejak 11an tahun lalu. Pasien-pasiennya pun beragam, ada yang memiliki keluhan pada pertumbuhan dan perkembangan anak, anak berkebutuhan khusus, penyakit autoimun, ketidakseimbangan hormon, fertilitas, dan bahkan ketidakseimbangan psikologis.

“Ada beberapa (pasien kanker). (Saya lakukan) homeopathy kadang juga herbal, saya supportive dia menjalani kemo atau operasi tapi saya support itu (herbal dan homeopathy -red) juga untuk mengurangi efek samping dari kemonya,” lanjutnya.

Selain memiliki klinik, pria keturunan bangsawan ini juga memiliki perusahaan teh di Australia. Karena menurutnya, teh memiliki banyak khasiat, salah satunya menurunkan kolesterol dan sebagai alternatif kopi. Tjok Gde menegaskan bahwa kehidupan yang paling baik adalah kehidupan yang kembali ke alam, kembali dan menyapa alam lagi.

Untuk noselian dimana saja berada yang berminat dengan homeopath ala Tjok Gede bisa hubungi Tirtausada, sebuah pusat pengobatan holistik yang di kelola sebuah keluarga Ubud Bali & berfilosofikan pada gagasan penyembuhan yang selaras  dengan alam, roh serta jiwa.

 

photo: tjok ibah, tirtausada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments