Nosel.id Jakarta- Di balik senyum hangat dan semangat yang selalu terpancar, Tiwi sapaan dari perempuan bernama Prathiwidya adalah sosok perempuan yang percaya bahwa kehidupan dapat berubah menjadi lebih baik ketika seseorang berani melangkah dan bertumbuh dari dirinya sendiri.
Tiwi berasal dari Kota Palu, Sulawesi Tengah, sebuah kota yang sering dikenal dengan mataharinya yang terik dan cuacanya yang panas.
Namun bagi Tiwi, Palu memiliki keindahan yang jauh lebih besar daripada itu. Kota kelahirannya adalah tempat yang bersih, damai, dan dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki kepedulian luar biasa terhadap sesama.
Salah satu kenangan yang paling membekas dalam hidupnya adalah ketika gempa bumi berkekuatan 7,4 SR mengguncang tanah kelahirannya. Di tengah situasi yang penuh kesedihan dan keterbatasan, Tiwi menyaksikan bagaimana masyarakat Palu saling menguatkan.
Meski sama-sama kehilangan dan berduka, banyak orang tetap memilih untuk berbagi apa yang mereka miliki.
Pengalaman itu mengajarkan Tiwi tentang arti kemanusiaan yang sesungguhnya. Ia melihat sendiri bagaimana kasih sayang dan solidaritas mampu tumbuh bahkan di tengah situasi yang paling sulit sekalipun.
Karena itulah ia merasa bangga dan bersyukur bisa lahir serta tumbuh di kota yang penuh cinta dan kepedulian seperti Palu.
Saat ini, Tiwi menjalani peran utamanya sebagai seorang ibu rumah tangga. Namun di balik kesibukan mengurus keluarga, ia juga turut mendampingi dan membantu usaha yang dijalankan suaminya di bidang jual beli kopra dan arang, baik untuk pasar lokal maupun ekspor.
Bagi Tiwi, keluarga selalu menjadi prioritas utama.
Namun di sela-sela tanggung jawab tersebut, ia juga berusaha memberikan ruang bagi dirinya sendiri untuk berkembang dan menikmati hidup melalui hobi yang kini menjadi bagian penting dalam kesehariannya: berlari.

Menariknya, perjalanan Tiwi di dunia lari bermula dari alasan yang sangat sederhana.
Awalnya ia hanya ingin menurunkan berat badan. Tidak ada target besar, tidak ada ambisi mengikuti berbagai perlombaan. Ia hanya ingin hidup lebih sehat.
Namun siapa sangka, langkah-langkah kecil yang dimulai dari niat sederhana itu justru membawanya menemukan sesuatu yang lebih besar.
Seiring berjalannya waktu, lari bukan lagi sekadar olahraga. Aktivitas tersebut berubah menjadi hobi yang sangat ia cintai. Bahkan ia mengaku bahwa olahraga lari terasa seperti candu yang positif.
Setiap kilometer yang ditempuh bukan hanya membantu menjaga kesehatan fisik, tetapi juga memberikan ketenangan pikiran dan kebahagiaan tersendiri.
Lebih dari itu, dunia lari mempertemukannya dengan banyak orang hebat yang penuh energi positif. Ia menemukan komunitas yang membuatnya merasa diterima, didukung, dan bertumbuh bersama.
Tiwi merasa sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari salah satu komunitas lari terbesar, yaitu RIOT Indonesia, khususnya RIOT Palu. Baginya, komunitas tersebut bukan hanya sekadar tempat berkumpul untuk berolahraga, tetapi juga keluarga kedua yang selalu memberikan dukungan dan semangat.
Solidaritas yang terjalin di dalam komunitas itu membuat setiap latihan, perlombaan, dan perjalanan terasa lebih bermakna. Kebersamaan yang dibangun tidak hanya terjadi saat berlari, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Meski begitu, Tiwi tidak menampik bahwa setiap hobi yang dijalani dengan serius tentu memiliki tantangannya sendiri. Menjadi seorang ibu, membantu usaha keluarga, sekaligus aktif berlatih membutuhkan kemampuan mengatur waktu yang baik.
Ada saat-saat ketika ia harus rela bangun lebih pagi atau meluangkan waktu khusus untuk latihan. Belum lagi tenaga dan biaya yang juga perlu dipersiapkan untuk mendukung aktivitas tersebut.
Namun bagi Tiwi, semua pengorbanan itu sepadan dengan manfaat dan kebahagiaan yang ia rasakan.
Karena pada akhirnya, melakukan sesuatu yang dicintai adalah salah satu bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.
Di tengah segala aktivitas dan perjalanan hidupnya, Tiwi memiliki satu prinsip yang selalu ia pegang erat.
“Tidak ada yang bisa mengubah hidupmu selain dirimu sendiri.
Tumbuhlah dengan tenang, bersinarlah dengan terang tanpa meredupkan cahaya orang lain.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki jalannya masing-masing. Tidak perlu terburu-buru membandingkan diri dengan orang lain, tidak perlu menjatuhkan orang lain untuk terlihat lebih baik. Yang terpenting adalah terus berkembang menjadi versi terbaik dari diri sendiri.
Ia juga memiliki satu kalimat sederhana yang selalu menginspirasinya dalam menjalani kehidupan:
“Make your energy expensive.”
Bagi Tiwi, energi adalah sesuatu yang sangat berharga. Karena itu, penting untuk menggunakannya pada hal-hal yang positif, lingkungan yang sehat, serta orang-orang yang benar-benar membawa kebaikan dan pertumbuhan dalam hidup.
Kisah Tiwi membuktikan bahwa inspirasi tidak selalu lahir dari panggung besar atau pencapaian luar biasa.
Terkadang inspirasi hadir dari seorang perempuan sederhana yang dengan tulus menjalani perannya sebagai ibu, istri, pelaku usaha keluarga, dan individu yang terus bertumbuh melalui hal-hal yang ia cintai.

Dari Kota Palu yang penuh ketangguhan hingga lintasan-lintasan lari yang menemani perjalanannya, Tiwi mengajarkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari satu langkah kecil.
Dan ketika langkah itu dilakukan dengan konsisten, penuh syukur, dan ketulusan, kehidupan akan membawa kita menuju tempat-tempat terbaik yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Semoga kisah Tiwi dapat menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sering kali ditemukan dalam hal-hal sederhana: keluarga, komunitas yang baik, kesehatan, dan keberanian untuk terus bertumbuh menjadi versi terbaik dari diri sendiri.
Source image: tiwi






