Tina Waruwu, Roda Kehidupan Itu Berputar, Jangan Jadi Lemah karena Hinaan dan Kebencian

Nosel.id Jakarta- Kota Gunung Sitoli, Nias, memang kota yang sangat terpencil dan mungkin jarang sekali orang mengetahuinya.

Hal yang menarik dari kota ini tak lain adalah Homba Batu atau Lompat Batu yang merupakan salah satu tradisi dari kota tersebut. Di sinilah seorang Tina Waruwu dilahirkan dan tumbuh besar.

Bagi Tina, di sana mengukir  banyak sekali kenangan masa kecil hingga saat ini. Sejak kecil ada banyak momen indah yang telah terlewati, mulai dari main permainan tradisional, kental dengan lagu anak-anak bersama para tetangga, bahkan dulu saking asyiknya bermain, sering kali Tina diteriaki oleh sang mama ‘Angawuli Tini, famai mai mano halowomo’ (dalam bahasa Nias) yang artinya ‘Pulang Tini, kerjamu main saja terus sampai nggak kenal waktu’.

Selain itu juga momen paling berkesan dari masa kecil Tina adalah ketika dulu kalau menonton televisi seringnya harus ke rumah tetangga sebelum punya TV digital yang bisa nonton seluruh channel TV.

Bisa dibilang antar tetangga sudah seperti keluarga dan tidak ada perasaan sungkan. Tina juga mengakui bahwa salah satu masa kecilnya yang paling berkesan adalah ketika dirinya membantu sang mama jualan.

Jadi aku tuh setiap pulang sekolah suka bantu mama jualan, tapi ya namanya masih remaja ya pastinya jualan juga karena mau dapat jajan tambahan.

Dan satu hal lagi yang paling berkesan pas kita kumpul keluarga untuk berdoa sebelum tidur dan setiap bangun pagi, baca alkitab bersama, kehangatan ini yang aku rindukan banget, walau sekarang papa aku sudah nggak ada, tapi sebenarnya kebiasaan tersebut masih jalan hanya saja sekarang saya merantau di luar kota kelahiran saya.

Jadi lebih mandiri dalam hal apapun harus bisa sendiri, nggak kayak dulu apa-apa ada keluarga,” cerita Tina penuh dengan nostalgia.

Dari segi karir kebetulan Tina bekerja sebagai perawat di salah satu klinik Pratama di Puri Indah.

Sebenarnya ia sangat suka sport sudah dari dulu sampe sekarang. Dulu paling sering yang ia ikuti adalah badminton walupun tidak ikut event atau perlombaan apapun. Tina sendiri untuk sekarang sedang rajin olahraga lari.

Kesukaannya pada olahraga lari karena dari itulah ia bisa meluangkan waktu untuk kenal banyak orang dengan karakter yang berbeda-beda, juga meluangkan waktu setelah penat bekerja agar jadi lebih fresh lagi.

Sebab, biasanya setelah bekerja ia merasa sangat capek luar biasa, tapi setelah ikut kegiatan lari atau latihan ia merasa beban kerja dan beban lainnya menghilang.

“Event yang pernah diikuti banyak sih, selain event lari, seminar dan pelatihan serta yang lain juga banyak, tapi karena aku sedang fokus sport maka aku share event olahraga yang pernah aku ikuti ya, walau nggak semuanya seperti Alfamart Run, Milo, Victoria, Isoplus, Lazada Run dan masih banyak lagi.

Selain itu juga ke depannya aku bakal ikut BTN, doain ya karena tahun depan aku VHM (21k),” cerita Tina.

Tina juga berharap ke depannya semoga ia diberikan hal yang jauh lebih baik dan lancar semuanya baik itu kesehatan, karir, pekerjaan, rezeki, dan lainnya.

Harapan sederhana itu berusaha ia wujudkan setiap hari dengan terus bekerja keras dan berdoa serta memperbaiki pola hidupnya.

Ingatlah bahwa roda kehidupan itu berputar, jangan jadi lemah karena hinaan dan kebencian, tapi jadilah kuat karena Tuhan yang selalu menopang dan melindungimu dari rasa sakit dan kecewa yang ditimbulkan oleh manusia,” pesan Tina.

Itulah sekilas profil singkat dan cerita Tina Waruwu yang bernostalgia tentang kehidupannya.

Semoga ada pesan atau manfaat yang bisa diambil dari cerita tersebut.

 

Source image: tina

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *