Syeila Ekanita Sarah: Menemukan Energi Baru, Melampaui Batas Diri Lewat Lari

Nosel.id Jakarta- Lahir dan besar di Kota Makassar, Syeila Ekanita Sarah tumbuh dalam lingkungan yang dinamis namun tetap hangat oleh nilai kekeluargaan.

Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, ia sudah terbiasa memikul tanggung jawab sejak usia dini.

Peran sebagai kakak perempuan membentuknya menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan penuh kepedulian. Di balik kesibukan kota, keluarga menjadi tempat pulang yang selalu menguatkan langkahnya.

Perjalanan karier Syeila dimulai di dunia perbankan. Selama lebih dari satu dekade, ia berkarier sebagai banker di Bank OCBC, sebuah profesi yang menuntut ketelitian, konsistensi, dan tanggung jawab tinggi.

Namun, seperti banyak profesional lainnya, rutinitas yang padat sempat membawa Syeila pada titik jenuh.

Di situlah ia mulai mencari sesuatu yang baru, sebuah aktivitas yang bukan hanya menyehatkan fisik, tetapi juga menyegarkan pikiran.

Tahun 2023 menjadi titik awal perjalanannya di dunia lari. Tanpa latar belakang olahraga yang kuat, Syeila memulai semuanya dari nol.

Bagi sebagian orang, memulai olahraga di usia akhir 20-an mungkin terasa terlambat. Namun bagi Syeila, justru di situlah tantangan dan keindahannya dimulai.

Perjalanan itu tidak instan. Ia harus belajar membagi waktu, mengorbankan waktu santai, dan membangun disiplin baru.

Pagi hari menjadi momen penting berlari sebelum memulai aktivitas kerja, bangun lebih subuh, dan tidur lebih awal. Rutinitas yang sederhana, tetapi membutuhkan komitmen yang luar biasa.

Keseriusannya dalam berlari mulai terlihat ketika ia mengikuti kategori Half Marathon di Borobudur Marathon 2024. Dari sana, langkahnya semakin mantap.

Tahun 2025 menjadi momen penting ketika ia dipercaya menjadi pacer dalam Makassar Half Marathon, salah satu event lari terbesar di Indonesia Timur.

Sebuah peran yang tidak hanya membutuhkan kemampuan fisik, tetapi juga tanggung jawab untuk membantu pelari lain mencapai target mereka.

Tidak berhenti di situ, Syeila menantang dirinya lebih jauh. Di usia 30 tahun, ia berhasil mencapai salah satu target besar: menyelesaikan full marathon di Borobudur Marathon 2025.

Sebuah pencapaian yang menjadi bukti bahwa batas sering kali hanya ada di pikiran, bukan pada kemampuan nyata.

Lebih dari sekadar hobi, lari telah membuka banyak pintu baru dalam hidup Syeila. Ia menemukan jaringan pertemanan baru, peluang yang tak terduga, hingga energi positif yang berdampak pada kesehatan dan kariernya.

Baginya, setiap langkah bukan hanya tentang jarak yang ditempuh, tetapi tentang proses mengenal diri sendiri lebih dalam.

Memasuki tahun 2026, Syeila kembali menantang dirinya untuk mengulang pencapaian marathon. Dengan semangat yang sama, ia terus melangkah lebih kuat, lebih sadar, dan lebih bersyukur.

Bagi Syeila, perjalanan ini membawa satu keyakinan sederhana namun kuat: bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik.

Ia pun membagikan pesan untuk siapa pun yang sedang ragu memulai:

Jangan takut mencoba hal baru. Tidak ada kata terlambat untuk berolahraga, selama kita mau konsisten dan disiplin.

Bahkan tanpa basic sekalipun, kita tetap punya kesempatan untuk berkembang dan mencapai versi terbaik dari diri kita.”

Kisah Syeila adalah pengingat bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil.

Dan terkadang, satu keputusan sederhana seperti mulai berlari bisa membawa kita pada perjalanan hidup yang sama sekali baru.

 

 

Source image: syeila