Suci Wiarni, ST: Menemukan Kebahagiaan dengan Bersyukur dan Mencintai Diri Sendiri

Nosel.id Jakarta- Lahir dan besar di Kotamobagu, Sulawesi Utara, Suci Wiarni tumbuh di tengah lingkungan yang dikenal ramah dan memiliki toleransi yang kuat.

Meski memiliki darah Jawa 100 persen, Kotamobagu menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya dan tempat yang membentuk banyak nilai dalam dirinya.

Kini, Suci menjalani aktivitas profesional sebagai konsultan keuangan. Di luar pekerjaan, ia menikmati berbagai kegiatan yang membuat hidupnya tetap seimbang, mulai dari golf, gym, lari, hingga aktif bersosialisasi.

Baginya, olahraga bukan hanya tentang menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi cara untuk menjaga energi positif dan menikmati kehidupan.

Empat tahun terakhir, Suci menjalani kehidupan sebagai anak rantau di Jakarta. Berada jauh dari kampung halaman tentu menghadirkan tantangan tersendiri, tetapi justru di situlah ia menemukan banyak pengalaman baru.

Suci mengaku lebih banyak menikmati perjalanan merantau tersebut karena sejak kecil dirinya memang terbiasa keluar dari zona nyaman.

Tantangan tidak selalu ia lihat sebagai sesuatu yang harus dihindari, tetapi sebagai kesempatan untuk bertumbuh dan mengenal dirinya lebih jauh.

Selama tinggal di Jakarta, ia mendapatkan banyak hal baru mulai dari teman, keluarga, hingga relasi yang semakin luas. Baginya, semua itu merupakan sesuatu yang patut disyukuri.

Menjadi anak rantau mengajarkan aku untuk lebih berani menghadapi tantangan.

Punya banyak teman, keluarga, dan relasi baru di Jakarta adalah hal yang sangat aku syukuri.”

Bagi Suci, menikmati hidup tidak selalu berarti memiliki kehidupan yang sempurna. Justru kebahagiaan hadir ketika seseorang mampu menerima dan mencintai seluruh bagian dari kehidupannya.

Ia percaya bahwa rasa syukur bukan hanya tentang bersyukur ketika mendapatkan sesuatu yang menyenangkan, tetapi juga tentang belajar menerima setiap proses yang sedang dijalani.

Selalu bersyukur atas apa yang Allah kasih dan mencintai setiap bagian dari hidupku tanpa terkecuali. Bukan karena semuanya sempurna, tapi karena aku menyadari betapa indahnya diriku dengan segala yang ada.”

Pandangan tersebut membuat Suci tidak ingin terlalu sibuk membandingkan kehidupannya dengan orang lain. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki perjalanan, rezeki, dan waktunya masing-masing.

Kebahagiaan orang lain tidak seharusnya menjadi alasan untuk merasa kurang. Begitu pula keberhasilan seseorang tidak berarti mengurangi kesempatan yang dimiliki orang lain.

Karena itu, menurut Suci, salah satu kunci menikmati hidup adalah memiliki hati yang bersih. Ketika hati dipenuhi rasa syukur, kebahagiaan orang lain tidak lagi terasa sebagai ancaman, melainkan sesuatu yang juga bisa ikut dirayakan.

Kebahagiaan orang lain tidak akan merugikanmu, kekayaan mereka juga nggak akan memengaruhi jatah rezekimu.

Hiduplah dengan hati yang bersih, agar ketika melihat orang lain bahagia, tidak akan menyakiti hatimu.”

Bagi Suci, hidup bukan tentang menjadi sempurna atau memiliki lebih banyak dari orang lain. Hidup adalah tentang mampu mencintai perjalanan sendiri, berani keluar dari zona nyaman, terus bertumbuh, dan mensyukuri setiap hal yang telah diberikan Tuhan.

Sebab ketika seseorang sudah mampu berdamai dengan dirinya sendiri, kebahagiaan tidak lagi bergantung pada pencapaian orang lain.

Ia cukup melihat hidupnya sendiri, menyadari betapa banyak hal yang sudah dilewati, lalu berkata dalam hati: aku mungkin belum memiliki semuanya, tetapi aku punya banyak alasan untuk bersyukur.

 

 

Source image: Suci Wiarni, ST