Sinta Liputri: Bertumbuh, Pulih, dan Menjadi Manfaat bagi Sesama

Nosel.id Jakarta- Lahir dan besar di Kuala Tungkal, Provinsi Jambi, Sinta Liputri tumbuh dengan nilai-nilai sederhana yang membentuk karakter dan cara pandangnya terhadap kehidupan.

Kota kecil yang penuh kenangan itu menjadi tempat pertama ia belajar bahwa setiap proses kehidupan, baik yang membahagiakan maupun yang penuh tantangan, selalu menyimpan pelajaran berharga.

Bagi saya, tempat kita dibesarkan adalah akar yang membentuk karakter dan cara kita memandang kehidupan. Kuala Tungkal mengajarkan saya untuk tetap rendah hati, terus belajar, dan percaya bahwa siapa pun bisa memiliki mimpi besar, dari mana pun ia berasal,” ungkapnya.

Kini, Sinta menjalani berbagai peran sekaligus sebagai seorang ibu, penulis, Founder Positive Mindful, serta praktisi healing, self-growth, mindfulness, dan hypnotherapy.

Di balik semua pencapaiannya, perjalanan tersebut berawal dari sebuah pertanyaan sederhana yang kemudian menjadi panggilan hidup.

Bagaimana jika semakin banyak orang memiliki ruang yang aman untuk pulih dan bertumbuh?”

Pertanyaan itu menjadi fondasi lahirnya Positive Mindful, sebuah wadah yang ia bangun untuk membantu orang-orang mengenal dirinya lebih dalam, memulihkan luka batin, serta menemukan kembali harapan dan makna hidup.

Komitmennya untuk terus memberikan manfaat juga membawanya mendalami berbagai bidang, mulai dari healing, mindfulness, self-growth, hingga hypnotherapy.

Tak berhenti di sana, ia juga menulis buku bertema pengembangan diri berjudul Menemukan Kekuatan Diri, sebagai bentuk keyakinannya bahwa setiap manusia sesungguhnya memiliki potensi luar biasa yang terkadang belum disadari.

Semangat belajar menjadi prinsip yang terus ia pegang. Karena itulah, Sinta memilih kembali ke bangku kuliah untuk menempuh pendidikan psikologi.

Baginya, usia bukanlah batas untuk berkembang, melainkan kesempatan untuk memperluas ilmu agar dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

Menurut Sinta, kesehatan mental memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Ia melihat masih banyak orang yang memendam luka seorang diri, padahal setiap individu berhak didengar, dipahami, dan memiliki kesempatan untuk pulih.

Di tengah berbagai aktivitasnya, Sinta memiliki cara tersendiri dalam menjaga keseimbangan hidup. Ia tidak mengejar kesempurnaan, melainkan berusaha memahami prioritas dalam setiap peran yang dijalani.

Saat bersama keluarga, saya hadir sepenuhnya sebagai istri dan ibu. Saat bekerja, saya hadir sebagai seorang profesional. Saya percaya keseimbangan bukan berarti membagi waktu secara sama rata, melainkan mampu hadir sepenuh hati dalam setiap peran yang sedang kita jalani.”

Ke depan, Sinta berharap keluarganya senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan hati yang saling menguatkan.

Dalam perjalanan kariernya, ia ingin terus menyelesaikan pendidikan psikologi, mengembangkan Positive Mindful, serta menjangkau lebih banyak masyarakat melalui edukasi kesehatan mental, pendampingan, healing, dan hypnotherapy.

Baginya, keberhasilan bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

Menutup perbincangan, Sinta menyampaikan pesan inspiratif bagi seluruh pembaca di Indonesia.

Jangan pernah meremehkan kekuatan sebuah langkah kecil, karena perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk memulai.

Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain. Fokuslah untuk terus bertumbuh menjadi versi terbaik dari diri sendiri.”

Ia juga mengajak setiap orang untuk menjaga kesehatan mental, mencintai diri sendiri, terus belajar, dan tidak pernah takut memulai kembali, berapa pun usia yang dimiliki.

Saya percaya, hidup yang paling bermakna bukanlah tentang seberapa tinggi kita berdiri, tetapi tentang seberapa banyak tangan yang bisa kita rangkul dalam perjalanan.

Ketika kita berani menyembuhkan diri, kita akan memiliki ruang untuk menguatkan orang lain.

Dan ketika hidup kita menjadi manfaat bagi sesama, di situlah kesuksesan menemukan makna yang sesungguhnya.”

 

 

 

Source image: Sinta Liputri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *