Nosel.id Jakarta- Shafea Ratasya Bahira atau yang akrab disapa Shasa telah menjadi fenomena tersendiri di dunia babygram Medan.
Lahir pada 19 Agustus 2020, perjalanannya putri dari pasangan dr. muhammad Fachry Dharma dan Vera Asrita SE,Ak ini dimulai sejak usia 6 bulan, ketika sang mama iseng mengunggah foto lucunya di media sosial.
Tak disangka, unggahan sederhana itu menjadi pintu gerbang menuju dunia modeling dan endorsemen.
“Shasa bersyukur banget punya mama papa yang selalu mendukung, sabar, dan mau capek-capek nemenin Shasa ke mana-mana,” ungkapnya penuh rasa terima kasih.
Sang Mama, sosok telaten yang bertindak sebagai manajer terbaik, yang membantunya untuk mengatur beberapa jadwal endorse.
Sementara sang papa menjadi support system dari balik layar.
Keduanya adalah motivasi terbesar Shasa bukti bahwa dukungan keluarga adalah pondasi utama kesuksesan.
Awal mula kariernya sederhana: endorsemen produk bayi yang menawari kolaborasi setelah melihat foto-foto Shasa.
Sejak saat itu, ia menjelma menjadi salah satu babygram asal Medan.

Di usia 3 tahun, sang mama memberanikan diri mendaftarkannya dalam perlombaan modeling.
Hasilnya? Shasa tak hanya tidak takut panggung, ia justru bersinar!
“Malah senang tampil,” kenangnya.
Dari situ, ia mulai menjajal dunia fashion show, pemotretan katalog produk anak, hingga kompetisi bergengsi.
Keseriusan ini membawanya bergabung dengan agency modeling di Medan, mengasah skill pose, catwalk, dan kepercayaan diri di depan kamera dan penonton.
Prestasinya mengagumkan untuk usianya yang belum genap 5 tahun, yaitu Juara 1 Baby Ceria Milna 2021, Juara 1 Superkids Competition 2025.
Lalu juara 1 Video Reels Competition Gosnek 2022, The Best Medsos Little Miss Sumut 2024, dan Brand Ambassador BillyLily Playground 2023
Di balik gemerlap panggung, Shasa juga belajar arti perjuangan.
“Sukanya, bisa dapat banyak teman baru, pengalaman seru, dan makin percaya diri,” ujarnya.
Ia kerap diajak jalan-jalan keluar kota dan bertemu orang-orang inspiratif.
Namun, ada juga dukanya: kelelahan saat jadwal padat, pembagian waktu antara sekolah dan bermain, serta kekecewaan jika kalah lomba.
Tapi sang Mama selalu mengingatkan: “Kalah menang itu bonus yang penting Shasa berani mencoba!“
Yang menakjubkan, sejak usia 6 bulan Shasa sudah memiliki penghasilan sendiri dari endorsemen.
Uangnya ia gunakan untuk membeli mainan dan ditabung, sebuah pelajaran kemandirian yang ditanamkan sang mama.
“Tiap endorse yang Shasa kerjain tanpa rasa lelah dan tetap semangat,” tekadnya.

Untuk anak-anak se-Indonesia, Shasa berpesan:
“Jangan takut bermimpi! Kalau punya bakat atau hobi, terus diasah dan jangan cepat menyerah.
Harus semangat latihan, percaya diri, dan selalu minta doa restu orang tua. Yakin deh, usaha dan doa nggak akan sia-sia.”
Source image: shasa








